Press Release

Utang dan Penyelesaian Proyek Bagian dari Pembenahan Krakatau Steel 

 
 
Jakarta (29/09) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  terus melakukan pembenahan di seluruh lini dan aktivitas usaha. Adapun proses untuk membenahi Krakatau Steel merupakan usaha bersama dan membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk melihat hasilnya. 
Tren meningkatnya utang dimulai di tahun 2011 sampai dengan 2018. Akumulasi utang Krakatau Steel mencapai Rp31 triliun yang disebabkan beberapa hal salah satunya adalah pengeluaran investasi yang belum menghasilkan sesuai dengan rencana. Manajemen baru Krakatau Steel berhasil melakukan restrukturisasi utang pada bulan Januari 2020 sehingga beban cicilan dan bunga menjadi lebih ringan guna memperbaiki kinerja keuangan. 
“Proyek Blast Furnace diinisiasi pada tahun 2008 dan memasuki masa konstruksi pada tahun 2012, jauh sebelum saya bergabung di Krakatau Steel pada akhir tahun 2018. Manajemen saat ini sudah mendapatkan solusi agar fasilitas atau pabrik yang tadinya mangkrak bisa jadi produktif,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. 
“Saat ini kami sudah memiliki dua calon mitra strategis, bahkan satu calon sudah menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) dengan Krakatau Steel. Satu mitra lagi sudah menyampaikan surat minat untuk bekerja sama dalam hal Blast Furnace. Artinya sudah ada solusi atas proyek Blast Furnace. Kita targetkan Kuartal 3 2022 akan dioperasikan,” lanjut Silmy.  
“Pengoperasian Blast Furnace nantinya akan menggunakan teknologi yang memaksimalkan bahan baku dalam negeri yaitu pasir besi. Penggunaan pasir besi ini akan menghemat biaya produksi dan menurunkan impor bahan baku dari luar negeri yaitu iron ore,” tambah Silmy. 
Semua upaya yang dilakukan ini didukung dengan manajemen yang bebas korupsi di mana Krakatau Steel sudah menerapkan ISO 37001:2016 sejak bulan Agustus 2020 sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan KKN karena merupakan standar internasional yang dapat digunakan semua yurisdiksi serta dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen yang sudah dimiliki Krakatau Steel saat ini. 
“Kaitan adanya indikasi penyimpangan/korupsi di masa lalu tentu menjadi perhatian manajemen. Fokus saya ketika bergabung adalah mencarikan solusi dan melihat ke depan agar Krakatau Steel bisa selamat terlebih dahulu,” ungkap Silmy.  
“Satu demi satu masalah di Krakatau Steel sudah kami atasi, perusahaan yang lama tidak untung, pabrik yang tidak efisien, maupun proyek yang belum selesai sudah banyak yang selesai dan sisanya sudah didapatkan solusinya,” pungkas Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim. 
 
 
Untuk informasi lebih lanjut, harap menghubungi: 
Pria Utama 
Corporate Secretary 
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. 
Gedung Teknologi Cilegon 42435 
Telp. 0254-372519 
 


Berita Terbaru

Berita


08 OCT 2021

Press Release - Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Dengan Pertamina ...

Press Release Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Dengan Pertamina Lubricants   Jakarta (08/10)

11 OCT 2021

Press Release - Lagi, Krakatau Steel Kembali Luncurkan Produk Hilir ...

Press Release Lagi, Krakatau Steel Kembali Luncurkan Produk Hilir : Baja CNP  

06 OCT 2021

Press Release - Kinerja Krakatau Baja Konstruksi Meningkat ...

Press Release Kinerja Krakatau Baja Konstruksi Meningkat   Jakarta (06/10) – Mengiringi keberhasilan PT Krakatau