03 Juni 2008
Arcelor Mittal Ngotot "Strategic Sales"

[JAKARTA] Meski banyak ditentang sejumlah pihak, perusahaan baja kelas "kakap", Arcelor Mittal, ngotot mempertahankan keinginannya untuk mengakuisisi PT Krakatau Steel, melalui pola strategic sales. Mittal menilai, pola tersebut merupakan pola yang paling tepat untuk mengembangkan KS pada masa mendatang.

"Saat ini, kami fokus untuk mengakuisisi KS melalui pola strategic sales. Kami percaya, pola tersebut paling tepat untuk meningkatkan kapasitas produksi KS dan rencana jangka panjang KS," ujar Direktur Eksekutif Bidang Keuangan Merger dan Akuisisi Arcelor Mittal, Sudhir Maheswari didampingi Wakil Presiden Merger dan Akuisisi Arcelor Mittal, Ondra Otradovec dalam video conference di Jakarta, Senin (2/6).

Sudhir mengatakan, dengan pola mitra strategis ini, Arcelor Mittal berharap, dapat menjalin kerja sama dengan tim yang sudah ada di KS. Sembari menganalisis apa saja yang dibutuhkan KS, serta keahlian KS yang masih dapat dipergunakan, Arcelor Mittal dapat menyiapkan rencana jangka panjangnya.

"Pemerintah Indonesia memang belum memutuskan pola privatisasi yang akan digunakan, dan ini akan menjadi keputusan Pemerintah Indonesia. Tetapi, bagi kami, untuk jangka panjang, pola strategic sales adalah pola terbaik dan tepat untuk KS," kata Sudhir.

Melalui privatisasi, sambung dia, KS dapat mempercepat perkembangan produsen bajanya di Indonesia. Semakin cepat keputusan diambil, akan semakin cepat KS dapat diekspansi, direvitalisasi, dan berkembang.

Kendati demikian, Sudhir menolak menjelaskan rencana konkrit pengembangan KS sebelum Pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk segera merealisasikan privatisasi perusahaan baja pelat merah tersebut. "Setelah ada keputusan dari pemerintah, baru kami akan siap bergerak."

Sudhir berpendapat, Pemerintah Indonesia harus cepat mengambil keputusan privatisasi KS, mengingat konsolidasi industri baja dunia menjadi tren global dan marak terjadi belakangan ini. Dia mencontonkan, merger antara Arcelor dan Mittal beberapa waktu lalu telah memperlihatkan hasil yang sangat baik.

Sementara itu, Sudhir mengklaim, pihaknya telah menyatakan keinginannya untuk menemui manajemen KS guna memberikan penjelasan mengenai privatisasi KS melalui pola strategic sales. Namun, hingga kini, belum ada tanggapan.

"Kalau masih ada penolakan terhadap strategic sales, mungkin karena ada salah paham, salah informasi. Kalau bisa kami bertemu dulu dengan manajemen KS. Hal ini bisa didiskusikan, dan saat ini kami tengah menanti jawaban dari manajemen KS," tutur Sudhir, seraya menampik tuduhan bahwa Arcelor Mittal tidak memiliki teknologi. [CNV/N-6]

Sumber : Suara Pembaruan, Page : 12 

 Dilihat : 3955 kali