27 Mei 2008
Setelah BBM Naik, Menjual BUMN

Redaksi Yth. Pemerintahan SBY-JK yang tim ekonominya terdiri dari pemikir ekonomi neo-liberal tidak jera-jera membuat penderitaan bagi bangsa dan mencederai Ideologi Pancasila dan Konstitusi. Setelah menaikkan BBM yang tujuan utamanya adalah liberalisasi migas dan menghapus subsidi, padahal subsidi BBM dan subsidi lainnya merupakan halyang wajar mengingat 70% pemasukan APBN dari pajak masyarakat, kini akan menjual 44 BUMN strategis milik bangsa.

Yang paling dekat adalah rencana menjual PT Krakatau Steel. Penjualan aset BUMN jelas merupakan pemikiran privatisasi yang disokong oleh resep ekonomi IMF, Kebetulan sosok semacam Sri Mulyani, Mari Pangestu, Boediono adalah kroni IMF World Bank yang setuju terhadap dogma penghapusan subsidi, privatisasi BUMN.

Dalam dogma ekonomi pemerintahan SBY-JK adalah bagaimana menyerahkan kedaulatan ekonomi bangsa ke tangan asing (pasar). Tidak peduli akhirnya nasionalisme bangsa ini tergadaikan. Kebijakan penghapusan subsidi BBM dan privatisasi BUMN adalah kebijakan melanggar Pancasila dan UUD 45. sudah sewaktunya apabila masyarakat menuntut Pencabutan mandat pemerintahan SBY-JK.

YULI PRASETYO

KH Dewantara

Pedaringan, Jebres, Solo.

Sumber : Sinar Harapan, Page : 4 

 Dilihat : 3245 kali