27 Mei 2008
Privatisasi KS Tetap Dilaksanakan Tahun Ini

JAKARTA (Suara Karya) Privatisasi PT Krakatau Steel (KS) tetap akan dilakukan tahun ini, apakah melalui penjualan strategis (strategic sales/ SS) atau penawaran saham perdana di bursa (initial public offering/lPO).

Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, jika untuk sekadar meningkatkan produktivitas dan menyesuaikan produk dari hulu ke hilir, maka KS tidak membutuhkan dana terlalu besar atau hanya sekitar 400 juta dolar AS. Namun bila KS ingin lebih baik lagi, maka diperlukan investasi setidaknya 2 miliar dolar AS untuk mencapai produksi 5 juta ton per tahun.

"Harus tahun ini (diprivatisasi), apa pun keputusannya. Itu semua akan dibicarakan dengan DPR," kata Sofyan Djalil di Jakarta, Senin (26/5), di sela rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR. Hadir pula pada acara ini Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu serta sejumlah deputi di Kementerian Negara BUMN. Selain itu, juga hadir sejumlah direksi BUMN, termasuk Direktur Utama KS Fazwar Bujang. Terkait kemungkinan dilakukan privatisasi KS di tahun 2009 seperti yang diminta sejumlah anggota Komisi VI DPR, Sofyan berpendapat, semakin lama mengabaikan KS, maka semakin bermasalah. Ini dikarenakan kebutuhan baja Indonesia semakin meningkat seiring pertumbuhan ekonomi. "Sekarang KS memang untung karena harga baja sedang tinggi dan KS bisa membeli bahan baku dengan harga murah. Namun kita tidak tahu besok akan seperti apa jadinya," tuturnya.

Menurut Sofyan, pemerintah akan mendukung langkah-langkah apa pun asal bisa memajukan KS. "Pokoknya semua opsi kita akan lakukan secara transparan. Untuk strategic sales, siapa yang menawar paling mahal, kita akan buka. Itu bila DPR setuju.

Pokoknya tender terbuka," ujarnya.

Dalam hal ini, Menneg BUMN menegaskan bahwa masalah privatisasi KS bukan sekadar masalah pro-strategic sales atau pro-IPO, tetapi lebih kepada yang terbaik bagi KS. Hingga kini setidaknya empat investor asing yang menyatakan minatnya untuk bekerja sama dengan KS, namun hanya berminat pada strategic sales. Dua di antaranya, yaitu Arcelor-Mittal dan BlueScope Steel, telah mempresentasikan proposalnya.

"Posco (Pohang Steel dan Co asal Korea Selatan) juga sudah mengirimkan surat dua hari lalu yang menyatakan minatnya Untuk bekerja sama dengan KS," katanya.

Lebih jauh Sofyan Djalil menekankan agar tidak ada kecurigaan apa pun terkait rencana privatisasi KS. Ini karena segala sesuatunya akan dilakukan secara transparan. Tidak boleh ada curiga-curiga. Apalagi sekarang sudah ada KPK dan nanti akan kita lakukan semuanya dengan transparan," ucapnya.

Namun, lanjutnya, IPO cenderung kurang menguntungkan karena pasar modal sedang lesu. Sedangkan opsi strategic sales memiliki ekspektasi untuk jangka panjang yang lebih baik. Total konsumsi baja Indonesia selama lima tahun terakhir naik dari 4,9 juta ton pada 2002 menjadi 7,5 juta ton pada 2007. "Pangsa pasar KS untuk keseluruhan produk baja masih berpotensi untuk ditingkatkan," katanya. KS sendiri pada 2007 memperoleh laba bersih sebesar Rp 368 miliar dan pada 2008 ditargetkan naik menjadi Rp 629 miliar.

(Andrian)

Sumber : Suara Karya, Page : 6

 Dilihat : 3532 kali