26 Mei 2008
Indonesia Masih Terjajah

Penjajahan yang terjadi di Tanah Air telah berevolusi sesuai dengan zamannya. Pada saat ini penjajahan itu sudah tidak dilakukan oleh raja-raja lagi, tetapi melalui penguasaan ekonomi, sehingga membuat masyarakat menjadi lemah secara ekonomi.

Sejumlah industri strategis,misalnya, kini banyak dikuasai asing. Salah satu perusahaan tambang emas terbesar dunia yang berlokasi di Tembagapura, Papua, dikuasai PT Freeport yang sahamnya dimiliki perusahan-perusahaan global. Begitu pula industri telekomunikasi, perbankan, dan kini Krakatau Steel yang juga sedang diincar Grup Mittal dari India.

Bukan hanya industri-industri strategis yang dikuasai asing.barang-barang yang kita konsumsi sehari-hari pun adalah buatan luar. Ini sungguh menyedihkan, karena, seperti diungkapkan salah seorang pakar ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, ternyata hampir 75% dari barang-barang yang kita konsumsi adalah produk impor.

Apa sesungguhnya yang salah dengan negeri kita? Kesalahan persepsi dalam mengelola manajemen perekonomian bangsa ini memang telah membuat masyarakat menjadi lemah, bahkan bersikap kurang perhatian terhadap aset-aset yang masih dimiliki oleh negara, seperti PLN, Krakatau Steel dan Pertamina.

Kerap muncul pandangan di kalangan para pengambil kebijakan di negara kita bahwa tidak apa-apa BUMN dijual, asalkan kita bisa memperoleh pendapatan dari pajak. Tidak apa-apa menjual badan usaha milik negara (BUMN) yang penting perusahaan tersebut bisa tetap mempekerjakan rakyat. Kita selalu dicekoki esensi kapitalisme. Bahkan untuk melegalkan keberadaannya, dibuatlah berbagai peraturan dan undang-undang untuk mendukungnya.

Untunglah, di tengah kekacauan birokrasi dan manajemen perekonomian. Indonesia masih terjamah invisible hand, sehingga negeri ini masih bisa berkembang ke arah yang lebih baik. Kita harus bersyukur Indonesia adalah negara dengan pemimpin yang seadanya dan birokrasi yang amburadul, tapi terbukti kita masih bisa berkembang. Semua itu semata-mata karena bantuan Tuhan.

Rosi Sugiarto

Pondok TK Alfirdaus BSB Jatisari Mijen, Semarang

Sumber : Investor Daily Indonesia, Page : 4

 

 Dilihat : 3246 kali