24 Mei 2008
DIVESTASI KRAKATAU STEEL - Wapres Condong Pada Penjualan Strategis

JAKARTA. Rencana penjualan pabrik baja terbesar Indonesia, PT Krakatau Steel makin riuh. Setelah Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menolak penjualan Krakatau Steel lewat strategic sales atau penjualan strategis, kini Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla giliran angkat bicara.

Namun, sebaliknya, Wapres menyatakan bahwa Krakatau Steel lebih menguntungkan bila dilepas dengan strategic sales ketimbang menjual saham melalui lantai bursa atau Initial Public Offering (IPO) di bursa. "IPO bisa saja, tetapi dengan keadaan pasar begini, harganya berapa?" tanya Wapres Jusuf Kalla, di Jakarta, Jumat (23/5).

Sementara, lanjut dia, jika Krakatau Steel dijual melalui strategic sales, dana yang masuk bisa lebih banyak. "Ada premiumnya, minimum 50% dari harga pasar. Jika harga pasar 100, maka mereka akan kasih 150. Jadi dibutuhkan strategic partner," papar Wapres.

Kendati demikian, Jusuf Kalla menyatakan, pemerintah masih belum memutuskan apakah akan melakukan penjualan dengan IPO, strategic sales, atau membentuk usaha patungan (joint venture). "Sekarang masih beauty contest mana yang terbaik. Kalau IPO bagaimana, dengan Mittal bagaimana, Bluescoop bagaimana. Jadi pilihannya banyak. Sekarang BUMN sedang memilih mana yang terbaik. Intinya sederhana, kita punya kebutuhan baja 7 juta ton. Sekarang produksi 2,3 juta ton. Karena itu kita harus perbesar. Kita butuh teknologi dan modal," urai Wapres.

Menurut Wapres, untuk menjadikan Krakatau Steel bisa memproduksi baja hingga tujuh ton tersebut, setidaknya butuh dana segar minimal US$ 4,8 miliar. Sementara, lanjut dia, keuntungan Krakatau Steel saat ini hanya sebesar Rp 800 miliar.

Kalaupun manajemen Krakatau Steel mempunyai opsi sumber dana berupa pinjaman dana dari bank, jelas belum cukup. . "Bagaimana mungkin pinjam kurang lebih Rp 40 triliun. Siapa yang mau kasih pinjam sebesar itu?" katanya. Jusuf Kalla juga menampik anggapan suara pemerintah terbelah dalam privatisasi Krakatau Steel ini.

Sumber : UJI Agung Santosa Harian Kontan, Page : 13

 Dilihat : 3262 kali