24 Mei 2008
Model Strategic Partner Dinilai Paling Aman - Fahmi : Empat Investor Serius Beli Krakatau Steel

MENTERI Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris menyebutkan, opsi terbaik bagi tumbuhnya PT Krakatau Steel (KS) adalah dengan melakukan strategic partner. Dengan demikian, manajemen KS diharapkan bisa melakukan transformasi teknologi sehingga bukan hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga bisa berkembang lebih efisien."Ada empat kandidat yang sudah mengajukan minatnya, dan dinilai serius. Ada Arcelor Mittal, Blue Scope, Tata Steel dan Essar. Ada satu perusahaan China, tapi tidak bergerak, menyatakan mau tapi tidak melakukan penawaran, jadi kita anggap tidak serius," kata Fahmi ketika berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, opsi strategic partner juga akan lebih aman dan menjamin kepentingan nasional, karena terlebih dahulu dilakukan perundingan dengan seluruh peminat dengan mengajukan berbagai persyaratan yang bisa melindungan kepentingan nasional. "Apa yang dikhawatirkan oleh mereka yang pro Initial Public Offering (IPO) itu kan bisa kita masukkan dalam perundingan. Tapi kalau kita melakukannya melalui IPO, siapa yang bisa melarang kalau tiba-tiba empat perusahaan tadi, atau salah satunya memborong semua saham yang dilepas. Belum lagi, dengan kondisi pasar yang belum kondusif," tegasnya.

Kata Fahmi, kondisi diborongnya seluruh saham yang dilepas ke pasar menjadi mungkin mengingat ke empat perusahaan itu adalah perusahaan baja besar di dunia dengan kecukupan dana untuk melakukan ekspansi bisnis. "Kalau sudah begitu, mau apa Tapi kalau dengan strategic partner, kan bisa negosiasi. Kita sesuaikan dengan aturan dan kepentingan nasional. Ada transfer teknologi juga," ujarnya

Privatisasi KS nanti, menurutnya, diputuskan maksimum privatisasinya 40 persen.

"Keterlibatan saya ada pada kepentingan di aspek industri. Kami menilai KS ini kurang efisien dan kurang produktif. Pabriknya juga tidak satu line, padahal rumus pabrik baja itu satu line," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono menolak penjualan KS ke asing. Alasannya industri KS dinilai sangat strategis terutama bagi pengadaan alat pertahanan negara.

Sumber : Rakyat Merdeka, Page : 13 

 Dilihat : 4030 kali