23 Mei 2008
Menhan Tak Dukung Penjualan KS ke Mittal - Menteri Pertahanan berharap Krakatau Steel tidak pindah ke tangan asing

JAKARTA. Rencana perusahaan baja terbesar di dunia Arcelor-Mittal mengakuisisi PT Krakatau Steel melalui skema penjualan strategis (strategic sales) masih penuh liku. Selain penolakan serikat karyawan dan komisaris, ternyata petinggi pemerintahan pun tak utuh mendukung hajatan tersebut.

Departemen Pertahanan (Dephan), misalnya, lebih mendukung privatisasi Krakatau Steel melalui initial public offering (IPO). Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono bilang, privatisasi lewat IPO lebih menguntungkan ketimbang menerima tawaran investor strategis seperti Mittal. "Dengan IPO, kendali Krakatau Steel tidak berpindah tangan ke asing," kata Menteri Juwono, Kamis (22/5).

Dia menyampaikan pernyataan itu setelah menerima kunjungan direksi dan komisaris Krakatau Steel. Juwono mengungkapkan, dalam pertemuan itu direksi dan komisaris Krakatau Steel menyampaikan sikap mereka yang lebih suka mekanisme IPO untuk privatisasi Krakatau Steel.

Suka memecat

Mengenai dukungan Menteri Perindustrian dan Menteri Negara BUMN agar pemerintah melepas sebagian saham Krakatau Steel melalui penjualan strategis, Juwono enggan berkomentar. "Kami akan bertemu untuk membahasnya," katanya Namun, dia belum tahu kapan akan bertemu dua menteri itu.

Dephan merasa berhak memprakarsai pertemuan soal ini dengan departemen lain. Sebab, privatisasi Krakatau Steel adalah masalah strategis industri pertahanan. Dia juga mengingatkan semua pihak agar waspada karena rekam jejak Mittal kurang baik.

Menurut Juwono, Mittal sering melakukan pemutusan hubungan kerja paska akuisisi. "Efisiensi memang bagus, tapi yang dipecat terlalu banyak,"katanya

Masih menurut Juwono, saat ini tidak ada alasan menjual Krakatau Steel ke investor strategis. Pasalnya, perusahaan baja terbesar di Indonesia itu sudah menyatakan kesanggupannya menaikkan produksi dari tiga juta ton menjadi lima juta ton per tahun. "Kinerjanya selama 18 bulan terakhir sudah lebih baik dibandingkan lima sampai tujuh tahun lalu. Baik secara finansial maupun manajerial," puji Juwono.

Komisaris Krakatau Steel Zaki Anwar Makarim juga mengaku telah menolak privatisasi lewat pola penjualan strategis. "Perusahaan ini jangan diserahkan begitu saja dengan menjualnya kepada Arcelor Mittal," katanya Apalagi, kini, Krakatau Steel sedang menggarap beberapa proyek pertahanan.

Sumber : Harian Kontan, Page : 13 

 

 Dilihat : 3356 kali