24 Mei 2008
PRIVATISASI KS - Menhan Soroti Mittal

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono memberi isyarat menolak rencana investasi raksasa baja Arcelor Mittal masuk ke Indonesia, termasuk membeli saham PT Krakatau Steel (KS). Pasalnya, rekam jejak Mittal dalam mengakuisisi perusahaan baja di sejumlah negara menyisakan berbagai masalah, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kita harus waspada, karena rekam jejak cara-cara Mittal kurang baik. Pengalaman di beberapa negara, termasuk Aljazair dan Prancis banyak PHK Memang efisiensi bagus untuk perusahaan, tapi kenyataannya sekitar 700 sampai 1.000 orang diPHK," kata

Juwono kepada pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (22/5). Menurut dia, privatisasi KS sebaiknya ditempuh melalui opsi penawaran umum perdana (initial public offering, IPO) saham dan bukan dijual ke mitra strategis seperti Mittal. "Krakatau Steel memiliki daya tarik sebagai industri baja, sebaiknya dipegang kalangan Indonesia saja," papar Juwono.

Dia menjelaskan, tiga menteri terkait, yakni menteri perindustrian, menteri pertahanan, dan menteri negara BUMN akan berkoordinasi, mengingat belum ada solusi konkret terkait rencana investasi Mittal dan privatisasi KS. Dalam hal ini, Departemen Pertahanan perlu dilibatkan terkait masalah strategi industri pertahanan. "Saya kira perlu ada rapat konsultasi," jelasnya.

Meski demikian, Juwono menegaskan, tak ada alasan untuk melakukan penjualan strategis saham BUMN baja itu ke pihak asing. Terlebih lagi, KS saat ini sudah mampu meningkatkan produksinya dari 3 juta ton menjadi 5 juta ton per tahun dengan keuangan sendiri. "Prestasi KS sejak 18 bulan terakhir secara finansial dan manajerial sudah lebih baik dari lima sampai tujuh tahun yang lalu, tidak ada alasan untuk privatisasi," tegasnya,

Sumber : (nov)  Investor Daily Indonesia, Page : 23 

 Dilihat : 3557 kali