23 Mei 2008
KS Terlalu Strategis Untuk Diserahkan Ke Asing - Menhan Tolak Mittal

Tarik menarik penjualan PT Krakatau Steel (KS) terus memanas. Kini, giliran Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono yang menolak masuknya Arcelor Mittal. Perusahaan asal India ini diketahui ingin membeli saham KS.

JUWONO menolak rencana penjualan PT Krakatau Steel kepada perusahaan baja asal India, Arcelor Mittal lewat strategic sales. Ia menilai terlalu riskan mengingat KS termasuk industri strategis,

"Saya tidak setuju karena berdasarkan pengalaman dan rekam jejak Mittal di sejumlah negara seperti Aljazair dan Prancis, mereka cenderung mem-PHK karyawannya. Memang bagus dari sisi efisiensi dan laba perusahaan tapi tidak bagus bagi karyawan dan negara yang disinggahi," kata Menhan di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, semua pihak harus bersikap waspada, apalagi KS adalah perusahaan industri strategis dari sisi pertahanan negara. Sekadar diketahui saat ini KS memasok sebagian produknya ke PT Pindad.

Untuk itu, dalam waktu dekat. Juwono akan memprakarsai pertemuan empat menteri guna membahas penjualan KS ke Mittal, yakni Menkeu Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Menneg BUMN Sofyan Djalil. "Saya akan minta pertemuan dengan menteri-menteri setelah masalah BIT tuntas," kataguru besar FISIP UI ini.

Sebelumnya, dua perusahaan baja kelas dunia ArcelorMittal dan BlucScope International diketahui sedang berupaya keras mendapatkan Krakatau Steel.

Sofyan pun mengaku sudah bertemu dan mendengar proposal kedua calon investor tersebut. Namun, dia mengatakan tidak akan memihak manapun, karena pemerintah dan DPR belum memutuskan opsi apa yang akan diambil untuk privatisasi KS.

Ada dua opsi dalam privatisasi Krakatau Steel yang jadi wacana yaitu strategic sales atau pelepasan saham perdana kepada publik (IPO).

"Saya tidak punya komentar, saya tidak tahu, saya dengar saja mereka (ArcelorMittal dan Blue-Scope). Pokoknya saya netral saja biar mereka bicara lebih teknis, di tingkat lapangan." kata dia.

Sofyan mengatakan pertemuannya dengan Mittal maupun BlueScope tidak berbeda. Pertemuan tersebut masih pada tahapan awal perkenalan saja. "Intinya adalah sama, ide yang bagus silakan didiskusikan secara lebih detil, yang penting apa yang terbaik untuk menuju tujuan yang terbaik," ujar Sofyan.

Sumber : DMS/FIK Rakyat Merdeka, Page : 13 

 Dilihat : 2937 kali