09 Oktober 2007
Nippon Steel Ekspansi di China

BERLIN: Nippon Steel Corp dan unit Baosteel Group Corp bekerja sama untuk meningkatkan produksi baja kendaraan bermotor di China seiring dengan meningkatnya permintaan mobil di negara itu.

Presiden Nippon Steel Aldo Mimura mengatakan pihaknya bersama Baosteel tengah melakukan studi untuk memproduksi lebih banyak logam berlapis seng yang digunakan pada mobil. Permintaan kendaraan bermotor di China pada tahun ini diperkirakan naik 15%. "Peningkatan permintaan telah menyerap kelebihan kapasitas China. Jika permintaan bertambah, kami mungkin akan meningkatkan produksi," ujar Mimura, kemarin.

Harga domestik lempengan baja kendaraan bermotor di China tahun ini jauh tertinggal dibandingkan peningkatan perolehan kualitas baja konstruksi. Pasalnya, pemerintah mendukung produsen baja untuk mengganti produksi dalam bentuk lembaran dan lempengan. Sementara itu, Chief Financial Officer Baoshan Iron & Steel Co Chen Ying tidak mau berkomentar mengenai berita tersebut. Baoshan Steel, produsen baja yang berbasis di Shanghai, menguasai 50% saham dalam perusahaan patungan itu. Nippon Steel memegang 38% saham dan 12% sisanya dimiliki ArcelorMittal.

Baja China Lebih lanjut, Mimura mengungkapkan gelombang kapasitas produksi baja China diserap oleh permintaan baja global yang meningkat pesat. Secara global, pertumbuhan permintaan baja pada tahun ini turun menjadi 5%. Sebelumnya, pertumbuhan permintaan mencapai level 8%.

Dia mengungkapkan bahwa ekspor baja China sangat terbatas. Hal ini disebabkan biaya pengangkutan ke Eropa dan Amerika Serikat mengalami kenaikan hingga lebih dari tiga kali lipat. Akibatnya, opsi ekspor menjadi sangat mahal bagi baja China. Saat ini, tutur dia, Nippon Steel berupaya menghindari aktivitas akuisisi secara global mengingat taksiran harga perusahaan-perusahaan lain sangat tinggi. "Sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengakuisisi sebuah perusahaan." Di lain pihak, ArcelorMittal berhasil memangkas biaya tahunan hingga US$1,28 billion per 30 September 2007 dari mergernya yang bernilai US$38,3 miliar.

Pemangkasan ini terjadi lebih cepat dari yang diharapkan. "Kami telah menangkap sinergi secara sukses dan lebih cepat dari yang kami jadwalkan semula," kata CEO Lakshmi Mittal, dalam konferensi pers di Berlin, kemarin. Kombinasi Mittal Steel Co dan Arcelor SA menjadikan perusahaan ini mampu memproduksi 10% kebutuhan baja dunia dan tiga kali lipat lebih banyak dari pesaing lainnya. ArcelorMittal menyimpan US$973 juta pada akhir semester 1/2007. Angka ini jauh lebih besar dari perkiraan semula yang dipatok pada US$830 juta. Pada akhir 2008, perusahaan ini menargetkan dapat menyimpan hingga US$1,6 miliar.

(Sumber: Bisnis Indonesia - 09 Oktober 2007)

 Dilihat : 3087 kali