22 Mei 2008
Opsi Pinjaman Bank Terbuka untuk Krakatau Steel - Krakatau gencar melobi anggota Dewan.

JAKARTA - Pemerintah terbuka terhadap opsi penggalangan dana untuk PT Krakatau Steel (Persero) di luar metode privatisasi. Manajemen dan komisaris Krakatau mengusulkan opsi penggalangan dana lewat pinjaman perbankan. "Semua alternatif harus dibuka untuk mendapatkan opsi baik," ujar Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara Said Didu kemarin.

Said mengatakan Komite Privatisasi yang terdiri atas perwakilan pemerintah memberikan dua opsi privatisasi, yakni penjualan ke mitra strategis atau penawaran saham perdana di bursa (initial public offering/IPO). Kedua rencana itu akan dibahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat. "Ada yang mengatakan IPO itu sudah tertutup, itu sama sekali tak benar," katanya menegaskan. Selama ini Menteri Perindustrian Fahmi Idris selalu mengatakan pemerintah telah mendrop opsi IPO.

Menurut Said, opsi yang dipilih adalah tema yang dihimpun diperuntukkan bagi pengembangan Krakatau. "Bukan untuk kas pemerintah," katanya. Bila opsi privatisasi yang dipilih, pemerintah akan mempertahankan saham 65-70 persen, di antaranya dengan menerbitkan saham baru atau saham negara yang dilepas.

Komisaris Krakatau Zacky Anwar Makarim menjelaskan, kondisi keuangan Krakatau yang sehat memungkinkan opsi pinjaman. Untuk pengembangan kapasitas produksi menjadi 5 juta ton pada 2011, dibutuhkan dana sekitar Rp 8,16 triliun.

Menurut dia, beberapa bank sudah gencar menawarkan pinjaman, baik sindikasi asing maupun lokal. "tanpa privatisasi. Krakatau masih mampu mendanai pengembangan usaha," ujarnya. Zacky mengatakan Krakatau baru saja mendapat pinjaman US$ 200 juta dari Deutsche Bank.

Per April 2008, kata dia, laba bersih Krakatau mencapai Rp 425 miliar. Pada akhir 2008, laba bersih yang diperkirakain Rp 850 miliar ada kemungkinan diubah targetnya menjadi Rp 1,2 triliun. "Kondisi pasar baja sedang sangat bagus."

Anggota Komisi Keuangan DPR, Dradjad Wibowo, menilai opsi IPO sebagai opsi terbaik karena mendukung transparansi perusahaan. "Sebagian besar anggota di DPR sepertinya setuju dengan opsi IPO." Dia mensinyalir pihak-pihak yang mendukung penjualan ke mitra strategis bakal gencar melakukan lobi ke anggota Dewan.

Sumber : Koran Tempo, Page : B2 

 Dilihat : 3716 kali