22 Mei 2008
DPR Isyaratkan Pilih IPO - Manajemen Krakatau Steel Siap Lepas Saham 20%

JAKARTA (SINDO) -Komisi VI dan XI DPR mengisyaratkan memilih mekanisme penawaran saham perdana (mitial public offering/IPO) dalam privatisasi PT Krakatau Steel (KS).

Hal ini direspon positif oleh manajemen KS yang menyatakan siap melepas 20% sahamnya melalui IPO.

"Di Komisi VI dan XI, sepanjang yang saya monitor, mayoritas cenderung memilih privatisasi melalui IPO. Mungkin masih ada lobi di DPR, tetapi saya berharap teman-teman konsisten untuk tetap memilih IPO," ujar anggota Komisi XI DPR Dradjad dalam diskusi privatisasi KS di Jakarta kemarin.

Alasan pemilihan IPO, kata Drajad, adalah untuk meningkatkan transparansi dan good coorporate governance di BUMN, termasuk di KS. Jika sebagian saham KS dimiliki masyarakat, kontrol atas BUMN tersebut akan menjadi lebih mudah. Karena itu. Drajad meminta pemerintah secara tegas memilih langkah IPO untuk privatisasi BUMN baja tersebut agar rincian dan targetnya bisa segera dibahas bersama dengan DPR. "Kalau pemerintah memberikan opsi lain lagi ke DPR, nanti pembahasan di DPR justru akan memberikan opsi lagi ke pemerintah, jadi tidak akan tuntas. Pemerintah harus tegas memilih IPO sehingga di DPR tinggal dibahas mengenai targetnya," cetusnya.

Dradjad mengakui bahwa opsi IPO pun memiliki kelemahan, terkait kondisi pasar dan lain-lain. Namun, dengan strategi yang tepat langkah itu akan memberikan hasil maksimal, sekaligus menghindari kemungkinan terjadinya pengalihan aset nasional.

Pada acara yang sama. Komisaris KS Zaki Anwar Makarim menyambut baik pertimbangan DPR yang lebih memilih IPO ketimbang opsi penjualan strategis (strategic sales). "Daripada itu,memang lebih baik IPO, rencananya kita akan melepas 20% saham melalui IPO. IPO pun tetap punya risiko karena pembeli kita tidak bisa diprediksi," paparnya. Namun, posisi KS sebagai BUMN strategis harus juga dipertimbangkan agar tidak dilepas ke pihak asing.

Terkait tujuan privatisasi guna mengembangkan kapasitas produksi KS, Zaki mengatakan bahwa untuk mengantisipasi peningkatan permintaan baja di masa mendatang KS telah berencana menambah kapasitas produki baja canai panas hot rolled coil(HRC) dan lembaran (plate) dari 2,5 juta ton menjadi 4 juta ton. Modal untuk itu diperkirakan mencapai Rp2 triliun dan ditargetkan diperoleh melalui IPO.

Selain melalui IPO, lanjut dia, perusahaan pun telah mendapatkan komitmen pinjaman dari HSBC, Citibank, Bank Mandiri, dan BRI. Bahkan, imbuh dia, sebuah bank dari Jerman pun telah siap mengucurkan dana sebesar USD200 juta untuk restrukturisasi.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu mengatakan, dalam hal privatisasi KS, pemerintah tidak memiliki tendensi apa pun selain untuk mengembangkan BUMN baja tersebut. Penentuan metode privatisasi, kata dia, dibahas di Panja Komisi VI dan XI DPR. Dia menambahkan, dana hasil privatisasi itu pun akan diserahkan ke KS untuk pengembangan.

Sebagaimana diketahui, ada lima perusahaan baja dunia yang telah menyatakan minatnya untuk membeli saham KS, yakni ArcelorMittal, Tata Steel, Blue Scope International,Essar Steel Holding, dan PohangSteel and Co (Posco). Namun, tampaknya pemerintah lebih condong untuk memilih Mittal sebagai mitra strategis KS.

Sumber : (setiawem ananto) Harian Seputar Indonesia, Page : 15 

 Dilihat : 2936 kali