22 Mei 2008
Presiden SBY Didesak Batalkan Strategic Sale KS

JAKARTA - Komisi Xl DPR mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membatalkan penjualan BUMN baja, PT Krakatau Steel, melalui opsi strategic sale (SS) karena berpotensi merugikan negara.

Penawaran umum perdana (initial public offering/lPO) saham dinilai pilihan tepat menggenjot kinerja KS mengingat kondisi keuangan BUMN itu tergolong sehat.

Demikian benang merah diskusi Privatisasi KS Strategic Sale ataukah IPO yang dilakukan di Jakarta, Rabu (21/ 5). Hadir sebagai pembicara antara lain Sekretaris Menneg BUMN Said Didu, Anggota DPR Komisi XI (F-PAN) Drajad H. Wibowo, dan Komisaris KS Zaki Anwar Makarim.

"Masalah ini, kunci utamanya ada di Presiden. Kalau dia (Presiden) mengatakan oke Mittal (Arcelor Mittal) saya terima sebagai tamu, tapi KS is not for sale dan untuk rakyat sendiri. Kontroversi ini akan selesai," kata Anggota DPR Komisi XI (F-PAN) Drajad Wibowo dalam diskusi Privatisasi KS Stralegic Sale ataukah IPO, di Jakarta, Rabu (21/5).

Menurut dia, privatisasi KS diduga banyak diintervensi segelintir oknum yang menginginkan agar BUMN itu dijual kepada perusahaan baja asing demi kepentingan sepihak. Padahal, sebagai industri baja terbesar di Tanah Air, KS sangat strategis jika disinergikan secara vertikal dan horizontal. Secara horizontal, KS dapat memperkuat sinergi dengan BUMN hilir, seperti PT Inka, Boma Bisma, Pindad, Texmaco. Sedangkan secara vertikal, KS dapat bersinergi dengan mengembangkan sektor hulu bersama PT Antam, Bukit Asam, Pertamina, PLN untuk mengamankan bahan baku energi.

"Kalau BUMN ingin berkembang, lepaskan mereka dari intervensi suprastruktur politik. Jika perlu, dibuat UU BUMN baru yang memberikan sanksi jika ada intervensi. Pasti anggota DPR, walikota, pemda, pemprov, dirjen, dan menteri akan ketakutan semua," paparnya.

Drajad menilai, sebagian besar anggota DPR khususnya Komisi VI dan XI menyetujui metode IPO dalam proses privatisasi KS. Kendati demikian, masih ada anggota DPR yang condong memilih metode SS untuk memprivatisasi KS.

"Menurut saya, ketidaktegasan sikap Menneg BUMN akhirnya memunculkan opsi strategic sale yang diembuskan menteri teknis dan Kepala BKPM, padahal sebenarnya mereka ini bukan kuasa pemerintah sebagai pemegang saham," ucapnya.

Buka 4 Opsi

Said Didu menegaskan, saat ini pemerintah masih membuka empat opsi terkait privatisasi KS, yakni IPO, strategic sale, kombinasi kedua itu, atau membatalkan privatisasi. Meski demikian, dia menjamin privatisasi saham KS tidak melebihi angka 35%agar jika terjadi guncangan keuangan, saham pemerintah di perusahaan itu tidak terdilusi. "Minimum sekitar 65-70% saham KS masih milik negara, sehingga jika nanti terjadi guncangan keuangan, pemerintah tidak menjadi pemegang saham minoritas di perusahaan tersebut," katanya.

Dia mengatakan, besaran saham privatisasi KS saat ini masih dibahas di Komisi VI dan XI DPR. "Komite privatisasi sudah menyerahkan opsi kepada DPR mengenai besaian saham KS yang dijual," kata dia.

Meskipun keputusan DPR bersifat mengikat secara hukum, kata Said, Menneg BUMN memiliki kewenangan untuk menjalankan hasil keputusan itu ataupun tidak menjalankannya. "Menneg BUMN berhak untuk menunda pelaksanaan privatisasi. Itu tergantung situasi dan kondisi pasar serta perusahaan BUMN yang bersangkutan," katanya.

Sedangkan Zaki Anwar Makarim mengatakan, KS masih mampu menjalankan ekspansi usaha sendiri tanpa privatisasi dalam bentuk strategic sale ataupun IPO. Dari potensi aset dan surplus dana operasional, KS masih bisa melakukan ekspansi sekitar USS 800-900 juta untuk meningkatkan kapasitas menjadi 5 juta ton pada 2011. Lembaga pembiayaan asing dari Jerman, seperti ECA, sudah berkomitmen membiayai seluruh rencana ekspansi KS sekitar US$ 200 juta.

Selain itu, dia menerangkan, KS saat ini sudah tidak diproteksi pemerintah dengan bea masuk dan monopoli distribusi baja di pasar domestik. Proteksi untuk perusahaan pelat merah itu telah dihentikan secara total pada 1993. Meski begitu, KS mampu mencetak laba sekitar Rp 420 miliar pada empat bulan pertama 2008. Tahun ini kami targetkan laba KS mencapai Rp 850 miliar sampai satu triliun rupiah," ucapnya, (dry)

Sumber :  Investor Daily Indonesia, Page : 23 

 

 Dilihat : 3532 kali