22 Mei 2008
Daripada Krakatau Steel Yang Dijual - Privatisasi Saja Kementerian BUMN

Jakarta, Probisnis RM.Penolakan rencana privatisasi PT Krakatau Steel (KS) berbuah wacana baru. Kengototan pemerintah melakukan privatisasi dibalas wacana kenapa tidak Kementerian BUMN saja yang di privatisasi.

Wacana yang sekaligus protes ini di ungkapkan seorang peserta diskusi bertema Privatisasi PT Krakatau Steel yang digelar Indef di Jakarta, kemarin.

Ibnu, seorang mahasiswa perguruan tinggi Tirtayasa, Cilegon, Banten menyatakan, sebelum dilakukan privatisasi terhadap sejumlah BUMN, pemerintah harus memahami terlebih dahulu apa tujuan dari program ini. Opsi Strategic Sales (SS) dalam program privatisasi bisa membuat malapetaka bagi perusahaan dan masyarakat setempat.

"Terus terang, kami tidak setuju jika KS di jual ke pihak asing. Lebih baik Kementerian BUMN dibubarkan," tegas Ibnu dengan nada kesal di tengah diskusi yang dihadiri Sekretaris Kementerian

Negara BUMN M Said Didu, Komisaris PT KS, Zaki Anwar Makarim dan anggota Komisi Xl DPR Drajad H Wibowo.

Penolakan Ibnu mendapat dukungan Komisaris PT KS, Zaki Anwar Makarim. Ia menolak keras opsi SS dan meminta privatisasi dilakukan lewat IPO. Jati diri perusahaan patut dijaga. Asing tidak boleh masuk," tegas Zaki.

Ia menuturkan, saat ini kondisi KS khususnya dalam bidang bisnis maupun keuangan dalam kondisi baik. Target laba 2008 sebesar Rp 850 miliar. Realisasi laba sampai dengan April 2008 mencapai 420 miliar. Sementara posisi neraca cukup kuat.

Sedangkan Drajad H Wibowo menyebutkan, keputusan privatisasi terhadap PT KS adalah keputusan ekonomi politik pemerintah yang tujuannya hanya mencari keuntungan semata.

Politisi asal PAN ini juga mencurigai pembentukan tim privatisasi BUMN di DPR. Tim yang diketuai pimpinan DPR dan anggotanya diambil dari Komisi VI dan Xl ini diduganya guna memuluskan proses privatisasi di sejumlah BUMN, salah satunya PT KS. "Seharusnya tim pengelolaan BUMN yang dibentuk DPR, bukan tim privatisasi," tandas Drajad.

Sementara, Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu menyatakan, hingga kini pemerintah masih belum memastikan apakah privatisasi PT KS melalui SS atau IPO. FIK

Sumber : Rakyat Merdeka, Page : 20 

 Dilihat : 2999 kali