19 Mei 2008
Uang Ada, Semangat Punya - Mendukung inovasi dan kreasi karyawan dengan sistem insentif yang baru

Krakatau Steel (KS) mencanangkan tahun 2008 sebagai tahun kebangkitan. Untuk itu, KS terus membenahi setiap lini, terutama di bidang pengelolaan sumber daya manusia, proses bisnis, dan pengelolaan keuangan. Sebagai hasilnya, sampai dengan akhir April 2008 KS telah meraup net profil sekitar Rp 410 milyar, bandingkan dengan RKAP 2008 yang sebesar Rp 433 milyar.

KS memulai salah satunya dengan menata sistem insentif terhadap prestasi dan inovasi para karyawannya. Ini jadi pilihan strategis bagi KS. "KS ingin melibatkan semaksimal mungkin kontribusi karyawan karena kita percaya KS bisa jadi besar bila seluruh stake holders mendukungnya, termasuk karyawan di dalamnya. Untuk itu, kami membuat program pelatihan manajemen dan leadership untuk karyawan, program rotasi untuk memperluas kapasitas dan keterampilan karyawan," kata Fazwar Bujang, Direktur Utama Krakatau Steel.

Dalam bidang proses bisnis, juga dilakukan berbagai macam perubahan. Poin mendasar adalah menghemat dan mengefisienkan semua tahap. "Di segala bidang kita kaji ulang. Apakah bisa dilakukan penghematan atau tidak. Seperti perencanaan bahan baku, program penjualan dan alur pemasaran," kata Fazwar.

Dari sisi keuangan, KS mengelolanya dengan cara baru. KS melakukan cash management yang memungkinkan setiap dana di anak perusahaan ditampung di satu kantong. "Sistem yang sudah dimulai sejak 2006 tetapi baru efektif ini, menunjukkan hasil di 2007 sangat membantu jalannya perusahaan.

Ini mengurangi ketergantungan kita pada pinjaman dari bank," ujar Fazwar. Lebih jauh lagi, dari sistem ini ada dana yang bisa diputar sebanyak Rp 400 miliar sampai Rp1 triliun.

Secara tegas Fazwar mengatakan bahwa KS secara bisnis sehat. "Sejak tahun 1990-an KS tidak pernah minta setoran modal. Selain itu, kita mendapat tawaran pinjaman sebesar US$ 200 juta dari sindikasi perbankan. Kalau kita tidak bankable tidak mungkin ditawari pinjaman," kata Dirut. Dari sisi produk, baja produksi KS selalu dicari konsumen. Dengan kata lain, kalau ada pilihan impor juga mudah dan besi baja KS tetap menguasai 50 persen pangsa pasar baja canal panas dan dingin di Indonesia.

Fazwar menegaskan, saat ini yang perlu dilakukan KS adalah langkah yang cepat dan tepat. KS membutuhkan akselerasi. "Pada akhir Desember 2007, saya ditantang untuk bisa menghasilkan baja tahan peluru sebagai bahan pembuat panser. Dan, Oktober 2008 harus kelar. Ternyata KS mampu membuatnya dan siap produksi Juni 2008. Kalau bicara langkah tradisional KS harus mulai dari investasi membutuhkan waktu lama. Kami melakukan dengan membuat reverse engineering. Kita bongkar dan teliti baja yang dimaksud," ungkapnya. Keberhasilan ini jadi salah satu capaian penting KS. Pasalnya ada dua hal penting yaitu, secara bisnis KS berhasil berjalan dengan cepat dan efisien. Hal selanjutnya adalah perannya begitu strategis karena bahan bakunya menunjang kebutuhan militer. Karena antara lain bisa menunjang kebutuhan industri militer.

KS sangat optimistis melangkah. Selain kebutuhan baja terus meningkat dikemudian hari, kini kepercayaan perbankan pada KS sudah tinggi, dan produk KS diterima baik masyarakat. "Teknologi KS memang memerlukan penyesuaian karena berdasarkan kondisi 30 tahun yang lalu waktu gas masih US$ 65 sen," katanya, menjeiaskan.

Pengalaman jatuh rugi dua kali di waktu lampau, terutama di 2006 ternyata bukan penghambat. Justru jadi modal berharga untuk bangkit dan bergerak. Dengan keberhasilan mencetak keuntungan, KS bisa dikatakan telah memiliki dua hal penting untuk maju, yaitu uang dan semangat karyawannya.

Sumber : Tempo Mag - Indonesian, Page : D

 Dilihat : 3426 kali