16 Mei 2008
Revitalisasi KS akan rampung sesuai dengan jadwal

JAKARTA Proyek revitalisasi pabrik baja PT Krakatau Steel (KS) di Cilegon, Banten diperkirakan rampung sesuai dengan jadwal pada pertengahan 2010 kendati sempat dihentikan sementara oleh manajemen lama., "Proyek revitalisasi KS yang kami tangani sebenarnya sudah berjalan sejak 2004, namun sempat tertunda pada 2006 karena kebijakan direksi pada waktu itu. Sekarang proyek ini dilanjutkan kembali," ujar Executive Vice President Technical Service Division SMS Demag, Pino Tese, kemarin.

SMS Demag, merupakan perusahaan metalurgi dan permesinan asal Jerman yang mengerjakan proyek revitalisasi itu.

Proyek tersebut berjalan kembali setelah SMS Demag dan PT KS menandatangani kesepakatan pada bulan lalu untuk melanjutkan program revitalisasi pabrik milik perusahaan baja terbesar di Indonesia itu.

"Keputusan ini sangat bagus mengingat saat ini permintaan baja di dunia sedang meningkat, dan KS harus mengambil kesempatan tersebut mengingat saat ini juga sedang terjadi permintaan yang tinggi pula untuk engineering dan peralatan pabrik baja," ujarnya.

Dia mengatakan melalui program revitalisasi tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi pabrik baja lembaran sekitar 20% menjadi sekitar 2,3 juta-2,4 juta ton, dari kapasitas yang ada saat ini sekitar 1,8 juta-2 juta ton baja lembaran per tahun.

Dalam merevitalisasi pabrik KS di Cilegon tersebut SMS Demag membentuk konsorsium dengan perusahaan Jerman lainnya yaitu Siemens AG untuk memasok dan teknologi terintegrasi pabrik, dan perusahaan Italia, Tenova, yang akan memodernisasi pabrik slab.

Direktur Utama PT KS Fazwar Bujang menjelaskan perusahaan mengalokasikan dana investasi sekitar US$200 juta untuk program revitalisasi ini. Dana tersebut berasal dari kas KS dan pinjaman perbankan. "Jadi ada atau tidak ada privatisasi, KS telah menyiapkan dana revitalisasi guna meningkatkan daya saing," ujarnya.

Sumber : JAKARTA Proyek revitalisasi pabrik baja PT Krakatau Steel (KS) di Cilegon, Banten diperkirakan rampung sesuai dengan jadwal pada pertengahan 2010 kendati sempat dihentikan sementara oleh manajemen lama., "Proyek revitalisasi KS yang kami tangani sebenarnya sudah berjalan sejak 2004, namun sempat tertunda pada 2006 karena kebijakan direksi pada waktu itu. Sekarang proyek ini dilanjutkan kembali," ujar Executive Vice President Technical Service Division SMS Demag, Pino Tese, kemarin.

SMS Demag, merupakan perusahaan metaluigi dan permesinan asal Jerman yang me-ngeijakan proyek revitalisasi itu.

Proyek tersebut berjalan kembali setelah SMS Demag dan PT KS menandatangani kesepakatan pada bulan lalu untuk melanjutkan program revitalisasi pabrik milik perusahaan baja terbesar di Indonesia itu.

"Keputusan ini sangat bagus mengingat saat ini permintaan baja di dunia sedang meningkat, dan KS harus mengambil kesempatan tersebut mengingat saat ini juga sedang terjadi permintaan yang tinggi pula untuk engineering dan peralatan pabrik baja," ujarnya.

Dia mengatakan melalui program revitalisasi tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi pabrik baja lembaran sekitar 20% menjadi sekitar 2,3 juta-2,4 juta ton, dari kapa-sitas yang ada saat ini sekitar 1,8 juta-2 juta ton baja lembaran per tahun.

Dalam merevitalisasi pabrik KS di Cilegon tersebut SMS Demag membentuk konsorsium dengan perusahaan Jerman lainnya yaitu Siemens AG untuk memasok dan teknologi terintegrasi pabrik, dan perusahaan Italia, Tenova, yang akan memodernisasi pabrik slab.

Direktur Utama PT KS Fazwar Bujang menjelaskan perusahaan mengalokasikan dana investasi sekitar US$200 juta untuk program revitalisasi ina. Dana tersebut berasal dari kas KS dan pinjaman perbankan. "Jadi ada atau tidak ada privatisasi, KS telah menyiapkan dana revitalisasi guna meningkatkan daya saing," ujarnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T2 

 Dilihat : 3261 kali