16 Mei 2008
Krakatau Steel Makin Dekat ke Mitra Strategis - Pejabat pemerintah pusat sudah kompak tapi perlawanan juga makin keras

JAKARTA. Kontroversi penjualan pabrik baja terbesar di Indonesia PT Krakatau Steel bakal kian menghangat. Sekarang, pejabat pemerintah pusat tampaknya sudah sepakat melepas melalui penjualan strategis. Tapi, perlawanan dari perusahaan juga kian mengeras.

Sikap terbaru pemerintah datang dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi. "Kenapa saya mau penjualan strategis? Jujur, Krakatau Steel itu selalu menjadi permainan penyedia iron ore, bahan baku baja," kata Lutfi.

Menurut Lutfi, penyedia iron ore di pasar dunia sangat terbatas, hanya 12 perusahaan. Antara lain CVRD Brazil, Rio Tinto, dan Arcelor Mittal. Inilah yang membuat Krakatau Steel harus membeli bahan baku lebih mahal. Jika ia punya mitra strategis, persoalan ini bakal teratasi.

Pernyataan Lutfi ini menguatkan keinginan Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil. Sofyan yang sebelumnya masih mempertimbangkan penawaran terbuka kepada publik melalui pasar modal atau IPO, sekarang berbalik haluan. Ia menilai sulit melakukan IPO dengan kondisi pasar modal di Indonesia yang masih belum stabil.

Tapi, pilihan pemerintah pusat belum tentu bisa berjalan mulus. Persoalannya, ada penolakan dari tingkat komisaris, direksi, hingga serikat pekerja Krakatau Steel. Komisaris Utama PT Krakatau Steel Taufiqurrahman Ruki kembali menegaskan, tidak ada alasan untuk memaksa Krakatau Steel menerima masuknya mitra strategis.

Ia lantas menunjukkan kinerja keuangan Krakatau Steel yang sangat baik. Per 1 Mei 2008, labanya sudah mencapai Rp 411 miliar dengan target laba tahun ini Rp 850 miliar. Saldo kasnya Rp 1,2 triliun plus piutang Rp 2,2 triliun. "Privatisasi alasannya apa?" tanya Ruki.

Direksi Krakatau Steel beberapa waktu lalu juga sudah menyampaikan, mitra strategis yang masuk lebih cocok jika berpatungan untuk membangun pabrik baru, bukan mengakuisisi saham begitu saja.

Ketua Serikat Karyawan PT Krakatau Steel Budi Santoso pun mengancam. Jika pemerintah tetap memilih penjualan strategis, karyawan akan menghentikan operasi PT Krakatau Daya Listrik, sehingga pasokan listrik sistem Jawa-Bali berkurang. Karyawan juga bisa menghentikan operasi PT Krakatau Tirta Industri agar pasokan air bersih ke Banten terganggu.

Sumber : Harian Kontan, Page : 1 

 Dilihat : 3754 kali