16 Mei 2008
Privatisasi KS Harus Cepat

Jakarta-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lutfi mengatakan, penjualan saham Krakatau Steel lewat IPO kurang tepat, sebab kondisi pasar saham sedang lemah. Krakatau Steel (KS) harus cepat mengambil momentum memperbaiki kinerja sebab persaingan investasi antar negara ASEAN semakin ketat.

Meski demikian, Lutfi mengatakan proses privatisasi Krakatau Steel merupakan wewenang menteri BUMN memutuskan mekanisme yang digunakan, dengan mitra strategis atau IPO. tetapi, tambahnya, pola mitra strategis justru mempercepat peningkatan produktivitas Krakatau Steel.

Dia juga menekankan pemerintah tidak bertujuan mengeruk keuntungan atau mengobral aset negara dengan menjual saham Krakatau Steel lewat mitra strategis.

"Bagi pemerintah, yang penting adalah menggandakan kapasitas KS. Kita jangan sampa kehilangan waktu untuk memperbaiki kinerja KS. Prosesnya juga harus transparan," tegas Lutfi, Kamis (15/5).

Dia menegaskan memasuki masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015, Indonesia harus berpacu menarik investasi dari berbagai negara. Dia mencontohkan Tata Steel yang sudah berkomitmen investasi US$ 3 miliar. "Kalau telat mungkin saja mereka berinvestasi di Vietnam. Kita tinggal pilih, mau jadi negara produksi atau konsumsi," kata Lutfi.

Untuk itu, dia menegaskan kinerja Krakatau Steel harus segera didongkrak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti sektor otomotif. Keterbatasan itu juga akan merugikan Indonesia.

Dia mengungkapkan pemerintah kecewa dengan Krakatau Steel yang berjanji meningkatkan produksi lewat pembangunan pabrik di Kalimantan, namun hingga hingga dua tahun belum terealisasi. Rencana Krakatau Steel memproduksi lima juta ton pada 2011.

"Pak Wapres sudah membelikan kesempatan, namun sampai hari ini belum ada tanda-tandanya (peningkatan produksi)," keluhnya,

Sumber : (naomi siagian) Sinar Harapan, Page : 14 

 Dilihat : 3565 kali