15 Mei 2008
Amien Serukan AKSI - Reformasi Dinilai Telah Gagal

Blok M, Warta Kota - MANTAN Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais, turun gunung dan terus melontarkan kritik terhadap penguasa. Dia menyerukan semua elemen masyarakat bersatu dalam Aliansi Kebangkitan Selamatkan Indonesia (AKSI).

Keprihatinan terhadap masa depan bangsa, kata Amien, betul-betul tulus. "Saya tawarkan pikiran sederhana karena negeri ini adalah broken government (pemerintah yang bubar-Red). Kalau broken home itu artinya rumah tangga bubar, ini broken government, katanya dalam peluncuran buku karya Haryanto Taslam di Restoran Sindang Reret, Jalan Wijaya I. Jakarta Selatan, Rabu (14/5).

Acara yang dihadiri banyak tokoh, di antaranya Eros Djarot, Alex Litaay, Yus Usman, dan Sys NS. itu menjadi sarana bagi Amien Rais untuk mengajak elemen masyarakat bergabung. "Maka masyarakat dari berbagai unsur agama, partai politik, dan suku, bersatulah. Jadi pemerintah ini dibubarkan sebelum 2009 atau sesuai konstitusi, berakhir 2009," katanya.

Amien menyatakan, dia tidak terima jika warisan negeri dari Pangeran Diponegoro. Sultan Hasanuddin, Tan Malaka, ini dibuat sebagai broken government. "Untuk menghentikannya, kita tidak mungkin diam. Kita harus buat AKSI untuk menyelamatkan Indonesia. Tokoh bangsa mungkin menyatakan, perjuanganku Iebih mudah karena menghadapi bangsa asing, sekarang lebih sulit karena yang dihadapi bangsa sendiri," katanya.

Indonesia saat ini, kala Amien, sudah dikuras. "Ibarat dikuliti habis karena 44 BUMN yang strategis karena mempunyai keuntungan dijual ke asing atau pura-pura lewat pasar bursa. Misalnya Sucofindo, Krakatau Steel. Semuanya dijual seperti 2003 saat Indosat dijual ke Temasek," katanya.

Dalam kesempatan itu, Amien juga menyemangati para mahasiswa untuk tidak berhenti berdemo menolak rencana pemerintah yang ingin menaikkan harga BBM. Jangan berhenti berdemo. Pemerintahan ini aneh bin ajaib. Oleh karena itu mahasiswa itu berdemo, silakan terus dan saya akan dukung asal nggak pake bakar ban, Teruslah dipres jangan sampai dinaikkan. Yang Jelas, rakyat akan makin melarat, harga sembako akan semakin tinggi," tuturnya.

Amien Juga mengkritik atas bantuan Rp 100.000 per kepala keluarga sebagai suatu sandiwara politik dan membodohi rakyat. "Apa artinya Rp 100.000 itu kalau minyak goreng, kecap, ikan asin, beras, tiket bus, tiket kereta api semuanya naik? Jadi tak ada gunanya uang itu. Jusuf Kalla sangat arogan, mengentengkan mahasiswa, mengentengkan rakyat. Nanti, tahu sendiri dia," kata Amien.

Sementara itu. Eros Djarot menyatakan, saat ini sebenarnya kekuatan lama sudah pulih. "Mereka itu Orde Baru dan saya yakin saat ini secara sadar atau pura-pura, kekuatan lama itu sudah bangkit, wajah-wajahnya mungkin ada di depan saya saat ini," katanya.

Sudah gagal

Haryanto Taslam, yang akrab dipanggil Hartas, menyatakan, dirinya menyesal karena perjuangan reformasi 1998 sebenarnya gagal. "Saat itu semuanya terpana karena sudah berhasil menjatuhkan Soeharto. Tapi mesin politiknya tidak tersentuh, sehingga agenda reformasi tidak bisa dilaksanakan." katanya.

Korban penculikan ini menjatakan. dalam bukunya menulis bagaimana saal diculik semuanya seperti dirampas. "Yang saya sesalkan, Soeharto dijatuhkan, tapi kekuatannya tidak dibubarkan. Akibatnya agenda reformasi gagal diwujudkan," katanya.

Sumber : Warta Kota, Page : 5 

 Dilihat : 3731 kali