14 Mei 2008
Strategic Sales Takkan Pecahkan Masalah

JAKARTA (SINDO) - Rencana privatisasi PT Krakatau Steel (KS) melalui opsi penjualan strategis (strategic sales/SS) dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan yang terjadi di BUMN baja tersebut. Justru, kepemilikan asing dipandang akan mengancam kestabilan nasional, mengingat baja adalah salah satu industri strategis.

Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR Zulkieflimansyah mengatakan, selama ini KS menjalankan sistem monopoli dalam struktur industri baja nasional. Adapun penjualan strategis kepada pihak asing hanya akan memindahkan monopoli dari industri nasional kepada investor swasta.

Menurut dia, FPKS menolak rencana penjualan strategis tersebut. FPKS juga heran atas sikap pemerintah yang terburu-buru serta memaksakan kehendaknya. "Keputusan yang cepat dan terburu-buru dikhawatirkan akan membuat prosesnya menjadi tidak transparan," ujar Zulkieflimansyah dalam diskusi publik di Jakarta kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, ekonom Iman Sugema mengatakan, transfer teknologi kepada KS tidak akan semudah yang dibayangkan pemerintah jika melakukan penjualan strategis. Menurut dia, proses alih teknologi pada umumnya justru banyak dilakukan di belakang layar.

"Di dunia internasional, ada Jepang yang mengambil teknologi dari AS, sedangkan Korea meniru China. Nggak ada negara yang bisa maju hanya dari penjualan strategis," ujar Iman.

Secara empiris jelas Iman, penjualan strategis akan mengerdilkan industri baja nasional. Banyak negara yang menjadi maju dengan cara merebut teknologi. "Bukan mengandalkan dana dari penjualan strategis," tukasnya.

Hingga saat ini, sudah ada empat produsen baja dunia yang berminat untuk meminang KS.yakni Arcelor-Mittal (Inggris), BlueScope International (Australia), Tata Steel (India), dan Essar Steel Holding (India). Pemerintah ngotot melakukan penjualan strategis lantaran teknologi yang dimiliki KS rendah sehingga jumlah produksinya tidak maksimal.

Sementara Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro menilai nasib KS dipastikan akan berakhir seperti apa yang terjadi pada Indosat dulu.

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Page : 15 


 

 Dilihat : 4015 kali