13 Mei 2008
Sofyan Isyaratkan Penjualan KS Lewat Mitra Strategis

JAKARTA - Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengisyaratkan Krakatau Steel (KS) akan dilepas dengan mekanisme penjualan lewat mitra strategis {strategic sales). Opsi penawaran umum saham perdana (IPO) menurut dia bukan merupakan pilihan yang bijaksana saat ini mengingat kondisi pasar saham yang belum stabil.

"Kelihatannya kalau itu (penjualan strategis) terbaik kenapa tidak," ujar Sofyan di Jakarta, Senin (12/5). Ia menambahkan opsi yang dipilih bagi Krakatau Steel, akan diputuskan di DPR usai reses berakhir. DPR sendiri baru saja memulai masa sidang kemarin, usai reses kurang lebih satu bulan.

Meskipun keputusan opsi belum dibuat, ia mengakui banyaknya pihak yang meminati KS menguntungkan bagi pemerintah. Pasalnya dengan mempunyai banyak kandidat maka pemerintah, sambung Sofyan, akan mendapatkan opsi yang terbaik. "Siapa yang mau 90 public hari ini, pasar lagi begini parahnya, yang paling penting dengan banyaknya peminat itu kami dapat opsi yang terbaik," papar dia.

Ia menolak jika disebutkan antara DPR dan kementrian BUMN berbeda pendapat soal opsi pelepasan Krakatau Steel. Diberitakan sebelumnya sebagian kalangan di DPR menyatakan lebih menyetujui opsi IPO ketimbang menjual perusahaan baja BUMN itu ke pihak asing.

Menurut Sofyan, meskipun opsi pelepasan KS belum diputuskan, tidak ada salahnya mendengar presentasi dari pihak-pihak yang mengincar KS. "Nanti kita suruh bicara teknis dengan manajemen, sehingga manajemen bisa melihatmana yang terbaik," imbuhnya. Yang paling penting, ujarnya, adalah bagaimana meningkatkan produksi baja nasional dan meningkatkan produktivitas KS.

Untuk meningkatkan produktivitas KS menjadi 5 juta ton, diperlukan investasi sekitar 400 juta dolar. Sedangkan untuk meningkatkan produksi sampai 10-12 juta ton, investasi yang diperlukan mencapai miliaran dolar.

Saat presentasi di hadapan wartawan pekan lalu, perwakilan ArcelorMittal menyatakan siap melakukan investasi antara 5-10 miliar dolar untuk meningkatkan kapasitas KS.

Pemerintah, lanjut Sofyan, masih mengkaji berpa persen kepemilikan KS yang akan dilepas untuk penjualan strategis. "Persentasenya subject to discussion, tapi antara 35 sampe 40 persen sih mereka OK," ujarnya.

Sebagai pihak penjual, tutur Sofyan, pemerintah memiliki hak penuh untuk menentukan prosentase saham yang akan dijual. "Tapi kalau 5 persen mereka (ArcelorMittal) tidak berminat. Kalau angka-angka lain mereka bisa masuk, oleh karena mereka berdiskusi dahulu berapa persen yang bisa diterima, apa kondisinya," ujar dia. Buna

Sumber ; Republika, Page : 15 

 Dilihat : 4097 kali