11 Mei 2008
Memperebutkan "Si Cantik" Krakatau Steel

JUMAT (9/5), Chief Financial Officer BlueScope Steel Limited Charlie Elyas menemui Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Negara BUMN, Gedung Garuda, Jakarta Pusat. Kedatangan ini juga menandai persaingan mereka dengan ArcelorMittal yang datang beberapa jam sebelumnya.

Kedua-duanya sama-sama mempresentasikan diri supaya dapat dipilih untuk meminang PT Krakatau Steel (KS). Namun, beberapa pihak mengatakan langkah BlueScope lebih elegan dibandingkan ArcelorMittal. BlueScope juga dapat memanfaatkan sejumlah penolakan yang mulai muncul terhadap perusahaan milik Lakshmi N Mittal itu.

Seusai pertemuan, Elyas mengatakan hanya menunggu keputusan pemerintah soal.privatisasi KS." Karena kami baru melakukan pembicaraan awal. Kami tidak mempunyai ketertarikan yang spesifik. Kami di sini hanya untuk memahami bagaimana proses privatisasi ini dan bagaimana kami bisa ikut berpartisipasi di dalam proses ini," ujarnya.

Hal ini berbeda dengan ArcelorMittal yang sudah lama mengincar KS. Mereka telah lebih dulu mengajukan proposal penawaran kepada Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan mengadakan pertemuan langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tak tanggung-tanggung, mereka menyiapkan dana hingga USD 10 miliar untuk mendapatkan KS.

Ketertarikan ArcelorMittal sudah lama berlangsung. Tahun 1998, pemerintah diwakili Menteri Negara BUMN Tanri Abeng menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Mittal untuk memulai proses penjualan saham KS kepada Mittal hingga 51 %. Namun upaya itu gagal karena DPR menolak isi perjanjian itu.

Sumber : (muhammad maruf) Harian Seputar Indonesia, Page : 4

 

 Dilihat : 3484 kali