10 Mei 2008
Anjangsana Alwaleed, Mittal dan Gates

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bergembira. Tiga tamu yang kekayaannya sulit dibayangkan oleh kebanyakan rakyat Indonesia datang menemuinya berturut-turut.

Mereka adalah Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal, raja baja dunia asal India, Lakshmi Mittal, dan Chairman Microsoft Corporation Bill Gates.

Kegembiraan Presiden terungkap sesaat sebelum menyambut Gates di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (8/5).

Kepada puluhan wartawan yang ada di hadapannya. Presiden mengenang saat pertama bertemu Gates di Kantor Pusat Microsoft Corp, Amerika Serikat, September 2005.

Dengan dasi warna merah terang yang dikenakan di balik jas hitam, Presiden menyambut Gates yang wajahnya dihiasi kacamata berbingkai setengah.

Semua kamera yang ada di ruangan merekam adegan Presiden yang menjabat erat tangan Gates. Gates mengikuti arah tatapan Presiden ke atas, bawah, kanan, dan kiri seperti diminta para wartawan. Senyum keduanya mengembang.

Pembicaraan lantas dilakukan lebih dari satu jam. Presiden didampingi para pembantunya yang ada dalam koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie. Bakrie saat ini adalah orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes Asia.

Dalam pertemuan itu, Presiden berterima kasih kepada Gates karena memilih Indonesia sebagai tuan rumah Government Leaders Forum (GLF). Gates ke Indonesia untuk datang ke GLF yang prestisius.

Dipilihnya Indonesia oleh Gates merupakan kebanggaan bagi Indonesia yang dinilai telah banyak berubah. Semula. Indonesia berada di urutan kelima negara yang akan dipilih untuk GLF, di bawah Singapura, Korea, dan Vietnam.

Mittal diterima Presiden pada April 2008. Raja baja yang kini menjadi orang terkaya di daratan Eropa itu melihat potensi besar Indonesia.

Mittal melirik industri baja di Indonesia dengan menggandeng Krakatau Steel yang tak banyak berkembang di tengah banyak potensinya. Miliaran dollar AS disiapkan untuk merealisasikan rencananya.

Incar pariwisata

Alwaleed diterima Presiden pada Maret 2007. Sebelumnya. Presiden pernah bertemu dengannya di Arab Saudi, Mei 2006.

Alwaleed yang menguasai jaringan hotel dan resort Four Seasons berminat berinvestasi di bidang pariwisata di Indonesia yang kaya raya akan keindahan dan budaya.

"Banyak sekali minat terhadap Indonesia. Potensi kita sudah dibaca dunia, baik oleh pemerintah maupun investornya. Tantangannya adalah bagaimana mengolah potensi itu menjadi nyata. Dari sekadar good menjadi great," ujar Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal.

Untuk menjadikan potensi itu nyata, atau membuat Indonesia beranjak dari sekadar good menjadi great, diperlukan pemerintahan, kebijakan, dan implementasi kebijakan yang baik.

Kita ingin masuk priority watch list dalam arti positif di mata dunia dan investor karena potensi besarnya untuk maju.

Salah satu caranya mungkin dengan keluar dari watchlist Microsoft Corp dalam hal pembajakan. Sebelumnya, kita berhasil keluar dari status priority watchlist dalam hal pembajakan.

Sumber :  Kompas, Page : 2

 Dilihat : 2911 kali