02 Oktober 2007
Investor Singapura Beli 5 Pabrik Baja

JAKARTA: Metal Asia Group Pte Ltd, perusahaan baja asal Singapura, siap mengakuisisi 100% saham Gunung Garuda, sebuah kelompok usaha di sektor baja PMDN dengan total nilai transaksi sekitar Rp.1 triliun.

Dengan masuknya investor baru tersebut, kondisi finansial Gunung Garuda Group akan semakin kuat sehingga melancarkan rencana ekspansi dalam pembangunan pabrik pengolahan bijih besi di Tanah Laut, Kalsel berkapasitas 300.000 ton per tahun dan mengembangkan bisnis ke industri semen serta jalan tol.

Dalam surat resmi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kepada Departemen Perindustrian, terungkap bahwa pada tahap awal sedikitnya ada tiga investor baja Singapura yang akan mengakuisisi tiga dari lima anak usaha Gunung Garuda Group senilai Rp.713 miliar. Surat itu ditandatangani Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Achmad Kurniadi.

Perusahaan-perusahaan Singapura itu secara bertahap nantinya akan mengakuisisi seluruh anak usaha Gunung Garuda Group mencakup lima perusahaan dengan total nilai transaksi sekitar Rp.1 triliun.

"Dua perusahaan yang lain yakni PT Bukit Terang Paksi Galvanizing [sektor jasa pelapisan/coating] dan PT Gunung Garuda [sektor billet dan profil] rencananya juga akan diambilalih, tapi sejauh ini belum ada surat resmi," ujar sumber Bisnis di Depperin, kemarin.

Data BKPM tersebut memaparkan, Metal Asia Group Pte Ltd akan mengambilalih 100% saham PT Gunung Gahapi Sakti (GCS), pabrik pengolahan baja dan ekstrusi logam bukan besi yang berlokasi di Medan, Sumatra Utara senilai Rp.221,750 miliar.

Sementara itu, Austin Investment Group Pte Ltd akan mengambilalih 100% saham PT Gunung Gahapi Bahara (GGB), perusahaan pengolahan baja (steel rolling) yang berada di Bekasi, Jabar, senilai Rp.150 miliar. Saat ini, PT GGB mempekerjakan 659 orang karyawan.

Selain itu, Orientstar. Pte Ltd akan mengakuisisi 100% saham PT Gunung Rajapaksi, perusahaan pengolahan baja yang terletak di Bekasi, Jabar, dengan nilai Rp.341,03 miliar. Sebelumnya, mayoritas saham ketiga anak usaha Gunung Garuda Group tersebut dikuasai keluarga Taniwan dan Tanoto dengan komposisi rerata sekitar 40%.

Dengan masuknya ketiga investor asal Singapura ke Gunung Garuda Group, maka status dan perizinan ketiga anak usaha tersebut tunduk di bawah UU No.25/2007 tentang Penanaman Modal.

(Sumber: Bisnis Indonesia - 02 Oktober 2007)

 Dilihat : 5679 kali