10 Mei 2008
Penawaran untuk KS masih Dibuka

JAKARTA (Ml) Kementerian Negara BUMN masih membuka setiap tawaran yang masuk untuk PT Krakatau Steel (KS). Namun, sebagai pemegang saham, pemerintah menyerahkan keputusan final pada KS dan DPR.

"Dari Bluescope kita baru mendengarkan minat mereka untuk kerja sama dengan KS. Sampai sekarang intinya dibuka saja (ruang penawaran) biar mereka berbicara lebih detail dengan manajemen KS. Sehingga ada opsi-opsi dan nantinya dipilih yang terbaik kan," ungkap Menteri BUMN Sofyan Djalil saat ditemui wartawan di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, berbagai tawaran dari industri baja dunia untuk KS berdatangan. Tawaran itu dilayangkan melalui Departemen Perindustrian seperti Arcclor Mitttal, Bluescope, dan Tata Steel. Namun, sesuai keputusan tim privatisasi, KS mempunyai dua opsi yakni penawaran saham perdana (IPO) dan penjualan strategis.

Opsi itu diberikan kepada direksi untuk dikaji din diputuskan bersama antara Kementerian BUMN dan Depkeu sebagai kuasa pemerintah di BUMN.

Menurut Sofyan, berbagai tawaran yang datang tidaklah harus ditolak. Namun, tawaran tersebut harus bisa menguntungkan bagi KS sebagai institusi bisnis. Tentunya keuntungan KS secara langsung akan berdampak pada dividen yang diterima negara.

Namun, saat ini pemerintah menginginkan adanya peningkatan produksi baja nasional guna memenuhi kebutuhan nasional. Karena itu, opsi-opsi dan tawaran yang dalang akan dikaji secara profesional. "Biar mereka diskusi dulu, ada siapa lagi datang silakan. Kita lihat si A begini si B begini, jadi akan lebih banyak pilihan," jelasnya.

Selain Bluescope, Sofyan mengatakan tawaran Mittal juga sudah masuk. Bahkan mereka sudah bertemu dengan manajemen KS. Akan tetapi, prosesnya baru pada tahapan proposal untuk kerja sama joint venture. Salah satunya dalam mencari tambang bijih besi. Semua tawaran itu akan dikaji dan diputuskan oleh manajemen KS.

Padahal, menurut Depperin sebagai penghubung, Mittal telah mengajukan penawaran dengan investasi US$5 miliar sampai US$10 miliar. Langkah investasi itu salah satunya mengakuisisi 49% saham KS dan kerja sama ventura untuk membangun pabrik baru dan pengembangan tambang besi sebagai sumber bahan baku.

"Belum apa-apa, baru proposal saja dan masih sangat umum. Itu yang saya katakan kepada manajemen agar mendengarkan dulu. Diskusi dululah kalau sudah bicara apa maunya baru kita bicara detail," ujar Sofyan

Sementara itu Departemen Keuangan RI belum mengambil sikap atas rencana privatisasi KS, meski saat ini sudah ada empat perusahaan asing yang berminat mengakuisisi. Depkeu hingga kini masih mengkaji dua opsi privatisasi, strategic sales atau initial public offering (IPO).

"Intinya pemerintah dan DPR belum memutskan pilihan mana, stratetic sale atau IPO. Dua-duanya sedang dikaji, baik oleh manajemen, kementerian BUMN, maupun Menkeu," kata Dirjen Kekayaan Negara Depkeu Hadiyanto. (Toh/Ray/E-1)

Sumber : Media Indonesia, Page : 13 

 Dilihat : 2984 kali