09 Mei 2008
Komisaris di BUMN Bakal Ditiadakan

Bandung I Jumal Nasional SEKRETARIS Kementerian Negara BUMN, Said Didu mengatakan, sehat tidaknya BUMN tidak hanya berdampak pada pemasukan dan pengeluaran negara tetapi juga kepada pekerja sebagai aset perusahaan. "Karena itu wajib bagi BUMN untuk melakukan efisiensi anggaran, dan sebaliknya meningkatkan devisa dengan melakukan pembenahan internal," katanya usai berbicara dalam seminar sehari yang bertajuk "Membangun Hubungan Industrial di Lingkungan BUMN untuk Kemajuan dan Ketahanan Nasional di Bandung, Kamis (8/5).

Hal lain yang juga perlu diperhatikan oleh manajemen perusahaan yakni komunikasi yang baik antara manajemen dengan pekerja, sehingga diperoleh kepentingan bersama untuk memajukan perusahaan. "Jumlah Komisaris di jajaran BUMN sedang dirancang untuk dijadikan direktur utama (dirut) saja. Upaya ini dalam rangka meningkatkan pendapatan negara dari usaha BUMN," kata dia.

Menengarai wacana pemakmuran jajaran komisaris, direksi hingga karyawan BUMN Said mengimbau agar agen-agen di dalam manajemen BUMN tidak mengambil alih aset perusahaan atas dasar senioritas, karena hal itu jelas merugikan negara.

Said mengatakan, saat ini jajarannya sedang bekerja untuk menyehatkan puluhan BUMN untuk meningkatkan iklim investasi yang sehat, "jangan jadikan BUMN sebagai tempat cari rezeki tanpa bekerja."

Sejumlah BUMN, kata dia, memang akan diakuisisi, namun hal itu masih menunggu keputusan Menneg BUMN. Dia juga merancang bahwa tahun 2012 hanya akan ada 25 BUMN. Sedangkan 139 BUMN yang ada sekarang sedang dalam proses penyehatan.

Terkait wacana penjualan saham PT Krakatau Steel (KS) kepada asing Said mengatakan, agar BUMN mampu berdiri dan berkembang dengan kemampuan sendiri dengan mencari potensi bangsa sendiri.

Investasi BUMN tahun 2008 mencapai Rp151 triliun sedangkan pemerintah hanya sebesar Rp101l triliun. Besaran investasi BUMN tahun 2004 Rp23 triliun. Angka itu menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi BUMN di Indonesia terus meningkat, akan tetapi masih banyak BUMN yang tidak sehat sehingga pemasukan kepada negara tidak sebanding.

Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak intervensi Kementerian Negara BUMN kepada para komisaris dan direksi, pihaknya berencana akan membubarkan Kementerian Negara BUMN. Hal itu dinilai efektif untuk upaya penyehatan BUMN ke depan.

Hadi Suprapto, Staf Ahli Lemhannas mengatakan, perlunya kesadaran ketahanan nasional semua pihak yang bekerja keras di lingkungan BUMN. Banyaknya kasus di lingkungan BUMN yang tidak terekspos merupakan indikasi bahwa kesadaran terhadap keindonesiaan itu kurang.

Sementara Wartono Purwanto, Ketua Umum Sekar Telkom, berharap pertemuan silahturahmi antar serikat karyawan BUMN se-Indonesia ini dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, untuk bersama-sama memajukan BUMN sebagai salah satu soko guru perekonomian nasional.

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 3 

 Dilihat : 3761 kali