09 Mei 2008
Krakatau Steel Hindari Strategic Sales - Finansial PT Krakatau Steel (KS) sangat prima, hingga Mei sudah berhasil meraup Rp 411 miliar.

Jakarta | Jurnal Nasional PEMAPARAN menawan Arcelor Mitted di kementerian Negara BUMN tampaknya tidak membuat kepincut PT Krakatau Steel. Perusahaan baja milik negara ini tetap berkukuh menghindari strategic sales (kemitraan strategis) sebagai pilihan utama privatisasi. "Kerja sama tidak masalah, asalkan tidak strategic sales," kata Komisaris Utama KS, Taufiequrrachman Ruki di Jakarta, Kamis (8/5).

Ruki tidak mempersoalkan kehadiran Arcelor Mittal, karena hal tersebut menunjukkan KS memiliki potensi besar untuk berkembang. Tetapi sekali lagi Ruki menegaskan KS tidak menetapkan pilihan pada strategic sales.

Menurutnya, masih banyak mekanisme pengembangan usaha yang dapat ditempuh KS di luar strategic sales.Dalam paparannya Arcelor Mittal menyampaikan sikap optimistisnya dapat bermitra strategis dengan KS. Produsen baja terbesar di dunia ini bahkan mengincar 49 persen kepemilikan saham di KS.

Menurut Executive Vice President Finance and MA Arcelor Mittal, Sudhir MaheshWan, mereka sudah mempresentasikan keuntungan dan keberhasilan industri baja ini jika bermitra dengan Mittal. "Kami akan mengambil batas maksimal dari di bawah 50 persen yang ditawarkan, yakni 49 persen. Kami yakin kerja sama ini akan menguntungkan untuk kedua belah pihak," katanya dalam jumpa pers.

Arcelor Mittal menjanjikan nilai investasi yang cukup besar, yakni USS5-10 miliar. Ada tiga proposal kerja sama yang ditawarkan Arcelor Mittal. Pertama, kerja sama di KS dalam bentuk strategic sales. Kedua, bekerja sama dengan KS untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) dalam mengembangkan kompleks baja green field di Cilegon, Banten. Ketiga, bekerja sama dengan PT Antam Tbk mendirikan perusahaan patungan untuk pengembangan batu bara, bijih besi, dan nikel di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Menneg BUMN, Sofyan Djalil masih enggan menanggapi lebih lanjut atas kedatangan Arcelor Mittal. Menurutnya masih diperlukan kajian yang mendalam untuk mengambil keputusan atas mekanisme privatisasi yang akan ditempuh KS.

Dia bahkan meminta Arcelor Mittal untuk membicarakan teknis proposalnya lebih lanjut ke KS. "Kedatangan Arcelor Mittal hanya sebatas memperkenalkan diri dan menawarkan proposal. Untuk hal yang lebih mendalam, biar Mittal dan KS berdiskusi terlebih dahulu," ujarnya.

Sikap KS yang tetap tak ingin bermitra strategis karena secara finansial KS saat ini sangat prima. Bahkan dari laba yang ditargetkan tahun ini sebesar Rp430 miliar, hingga Mei saja KS sudah berhasil meraup laba sekitar Rp411 miliar. "Dari laba yang ditargetkan tahun ini saja, sudah hampir kami penuhi sampai bulan ini. Hingga akhir tahun kami optimis laba dapat mencapai Rp800 miliar."

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 3 

 

 

 Dilihat : 4166 kali