08 Mei 2008
Jihad Mempertahankan Krakatau Steel

RENCANA pemerintah melego saham Krakatau Steel (KS) tampaknya bakal mendapat batu sandungan. Pilihan penjualan saham dengan mitra strategis, strategic sales, tak cuma ditentang karyawan perusahaan baja nasional itu. Warga Banten pun tak merelakan.Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama menyatakan keberatan. "Saya siap berjihad untuk mempertahankan Krakatau Steel," kata tubagus Hasan Sochib, Ketua Persatuan Pendekar Banten.

Ketua Kadin yang juga orangtua Gubernur Banten itu, bersama sejumlah tokoh, menyampaikan aspirasinya ke DPR-RI, Selasa lalu. Mereka antara lain Surjadi Soedirdja, mantan Gubernur DKI Jakarta; Tubagus Farich, Ketua Punten Banten; Tubagus Fatul Adzim, Ketua Kenadlirinan Kasultanan Banten; A.S. Hasan, Ketua MUI Banten; Usep, Ketua Adat Banten Kidul; dan KH Drs. Hikmatullah Sampun, Pengurus Besar Pondok Pesantren Khoiriyah, Banten; serta empat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Banten.

Mereka diterima Ketua DPR-RI, Agung Laksono, di ruang tamu DPR-RI selama sekitar satu jam. Dari pukul 14.30 hingga 15.50 WIB, Membuka acara, Surjadi Soedirdja menyampaikan secara kronologis sejarah panjang pendirian PT Krakatau Steel.

Masyarakat Banten telah merelakan tanahnya untuk pembangunan perusahaan kebanggaan nasional itu. "Saya sangat kecewa kalau sampai Krakatau Steel dijual ke pihak asing," Surjadi menandaskan, yang disambung dengan pembacaan empat pernyataan sikap tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama.

Dalam pernyataan penolakan penjualan Krakatau Steel, KH Drs. Hikmatullah Sampun mengatakan bahwa warga Banten ikut andil dalam pendirian KS, Mereka memang merelakan tanah termasuk lahan pondok pesantren yang dipimpinnya, Al-Khairiyah- "diambil alih" untuk pendirian perusahaan baja nasional itu. "Kami merasa tak terpisahkan dengan perusahan itu," kata Hikmatullah.

Apalagi, menurut Hikmatullah, perusahan itu merupakan penjahan baja satu-satunya di Banten. Karena itulah, mereka menolak penjualan KS. Hal senada diungkapkan dalam pernyataan sikap DPD Banten dan MUI Banten. Menanggapi pernyataan itu, Agung Laksono menyatakan akan membawa aspirasi mereka ke rapat kerja DPR. "Penerimaan DPR-RI cukup positif dan suasananya pun cair. Tidak ada ketegangan-ketegangan," Hikmatullah menerangkan.

Seluruh jajaran komisaris dan di reksi PT Krakatau Steel menyambut baik dukungan warga Banten untuk mempertahankan KS itu. "Ini suara rakyat, aspirasi yang mesti jadi bahan pertimbangan," kata Alfauzi Salam, Asisten Direktur Pemasaran Krakatau Steel. Usai penyampaian aspirasi ke DPR-RI, rombongan tokoh Banten itu menuju Wisma Baja untuk menyampaikan dukungan moral dan harapan dipertahankannya aset kebanggaan bangsa itu.

Pada saat menerima rombongan tokoh Banten, Komisaris Utama Krakatau Steel, Zaki Anwar Makarim, kembali memaparkan kondisi KS. Data yang ada menunjukkan, kondisi keuangan KS hingga triwulan pertama tahun ini bagus. KS menghasilkan keuntungan di atas Rp 300 milyar. Bahkan tahun ini KS menargetkan laba Rp 850 milyar hingga Rp 1 trilyun.

Krakatau Steel, kata Zacky, juga tidak punya utang jangka panjang. Dana tunai yang selalu tersedia di akhir bulan adalah Rp 1 trilyun. Dengan kondisi itu, KS mampu berutang hingga Rp 10 trilyun. Kontribusi KS pada negara juga besar. Tahun lalu, KS menyetor pajak dan dividen sebesar Rp 1,5 trilyun. Tahun ini diprediksi makin meningkat. Pemerintah, menurut Zacky, juga perlu memikirkan status Krakatau Steel sebagai perusahaan strategis. "Kendali tetap harus di tangan pemerintah," ujarnya. Syamsul Hidayat

Sumber : Gatra, Page : 15 

 

 

 Dilihat : 3815 kali