08 Mei 2008
Aliansi KS dan Mittal matikan produsen baja hilir

JAKARTA Pengusaha yang tergabung dalam Ikatan Pabrik Paku dan Kawat Indonesia (IPPAKI) mengkawatirianjika PT Krakatau Steel beraliansi dengan Arcelor-Mittal, perusahaan baja terbesar di dunia, justru akan mematikan industri hilir baja.

Alasannya, aliansi itu akan mengambil alih seluruh pasar wire rod yang selama ini dimonopoli oleh PT Ispat Indo. Ispat Indo adalah induk perusahaan PT Ispat Wire yang memproduksi wire rod (batang kawat/kelompok long product), kawat dan paku. Ispat Indo merupakan anak usaha Arcelor-Mittal di Indonesia.

Selama ini, perseroan menguasai pasar wire rod dengan total produksi per tahun sebesar 650.000 ton."Industri baja kita akan dikuasa asing, bahkan berpotensi untuk diambil alih seluruhnya secara perlahan. Inilah taktik mereka dalam berbisnis. Pemilik Ispat Indo adalah bagian dari Mittal juga, sementara Ispat Indo telah kami adukan ke KPPU [Komisi Pengawas Persaingan Usaha] karena melakukan predatory pricing yang mematikan anggota kami," kata Ketua Umum IPPAKI Ario N. Seriantoro, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, Mittal akan menguasai kelompok flat product (baja lembaran seperti baja canai panas dan dingin/ HRC dan CRC) milik KS yang saat ini menjadi segmen bisnis terbesar BUMN baja itu.

"Sesuai dengan UU Antimonopoli [No. 5/1999], kalau suatu kelompok usaha menguasai lebih dari 50% pangsa pasar satu jenis produk, dia bisa dijerat melakukan praktik monopoli," katanya.

Sementara itu. Anggota DPD Banten Cicih Kurniasih mengatakan masyarakat Banten yang terdiri dari Ulama, MUI Banten, dan sejumlah pengusaha menolak rencana pemerintah menjual KS kepada asing melalui mekanisme strategic sale.

"Wakil rakyat Banten menolak penjualan aset negara yang bersifat strategis karena aset tersebut untuk kesejahteraan negara dan rakyat, bukan untuk kesejahteraan segelintir orang dan oknum di pemerintahan," kata Cicih.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T2 

 Dilihat : 3529 kali