08 Mei 2008
Hati-Hati Menangani Powerhouse Rhenald Kasali, Pakar Manajemen Universitas Indonesia

Jika ingin melepas perusahaan, pemerintah perlu mempertimbangkan dua aspek. Pertama, aspek E yaitu economics. Dan kedua, aspek O yaitu organization. Kedua aspek ini merupakan DNA perusahaan.

Krakatau Steel itu salah satu powerhouse dan perusahaan iconic atau sudah menjadi ikon di Indonesia. Perusahaan semacam ini menjadi lokomotif penarik perusahaan-perusahaan lain di belakangnya.

Cara mengelola powerhouse berbeda dengan perusahaan biasa. Kita tidak bisa hanya melihat aspek E seperti Return On Investment (ROI). Kita juga harus melihat faktor O seperti budaya organisasi. Ketika mau menjualnya juga harus memperhatikan kedua aspek ini.

Penjualan strategis jelas menarik. Tapi harus kita lihat dulu siapa yang membeli. Peminatnya harus presentasi dan bukan melalui tender tertutup. Visi dan misinya harus sesuai. Jangan sampai menimbulkan perlawanan atau konflik berkepanjangan seperti saat Cemex membeli Semen Gresik dulu.

IPO akan lebih aman. Kontrol pun masih ada di tangan manajemen, karena pemerintah pasti ingin tetap mayoritas. Jadi, mau penjualan strategis atau IPO, yang penting cangkokan DNA-nya cocok.

Powerhouse punya tantangan berat. Kalau yang membeli Krakatau hanya melihat E-nya saja kontribusi ke masyarakat bisa sangat sedikit. Dana corporate social responsibility atau community development, misalnya, bisa saja dipotong.

Sumber : Harian Kontan, Page : 1 

 Dilihat : 3158 kali