08 Mei 2008
Dephan minta Kratau Steel dipertahankan pemerintah

JAKARTA-Juru bicara Departemen Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Slametl Hariyanto menegaskan Dephan menyatakan PT Krakatau Steel (Persero) sebagai salah satu industri strategis dan harus dipertahankan pemerintah menyusul banyaknya penawaran perusahaan baja dunia terhdap perusahaan itu.

Selama ini industri baja tersebut telah memasok bahan baku baja untuk kebutuhan industri strategis pertahanan nasional. Pihak Dephan pun, jelasnya menayakan mengenai rencana penjualan pabrik baja itu melalui surat Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Letnan Jenderal TNI Sjahrie Sjamsoeddin pada Senin (5/5).

"Intinya kami meminta penjelasan yang valid mengenai rencana penjualan Krakatau," tegas Slamet Hariyanto, kemarin. Slamet menjelaskan, Departemen Pertahanan meminta penjelasan terkait penjualan kepada mitra strategis. "Selama ini Krakatau mendukung industri penahanan dengan memasok bahan baku baja," katanya.

Menurut dia, surat yang dikirim Sekretaris Jenderal berisi tentang pertanyaan mengenai keterjagaan keamanan produksi senjata Indonesia yang menggunakan bahan baku Krakatau.

"Karena kami menilai Krakatau sebagai industri strategis yang mendukung industri penahanan. Jangan sampai kebutuhan militer Indonesia terhambat," tuturnya.

Secara terpisah. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil menegaskan, pasokan bahan baku baja industri senjata dalam negeri tetap aman jika Krakatau dijual kepada mitra strategis asing. "Karena nanti pemerintah akan tetap sebagai pemilik mayoritas, jadi tidak ada masalah," ujarnya.

Untuk memastikan keamanan itu, kata Djalil pemerintah akan menyiapkan kebijakan khusus perindustrian yang mengatur soal pasokan bahan baku baja bagi industri penahanan. "Lihat saja di negara lain yang pabrik bajanya dimiliki asing, sistem pertahannya tidak ada masalah," katanya.

Sementara Menteri Perindustrian Fahmi Idris menilai penjualan saham Krakatau tak perlu dikhawatirkan Departemen Pertahanan. Tekonologi baja yang ada, katanya bukan rahasia lagi. "Proses produksi baja dimana saja sama saja, sudah bukan rahasia lagi, mudah dibocorkan," katanya.

Fahmi menegaskan proses penjualan dan penawaran mitra strategis dibawah koordinasi langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Semua kan arahan Wakil Presiden," ungkapnya. Selasa (6/5).

Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang menyebutkan industri baja untuk alat utama sistem pertahanan (alutsista) Departemen Pertahanan selama ini dikelola secara rahasia, (tbt/emf)

Sumber ; Harian Terbit, Page : 2 

 

 

 Dilihat : 2942 kali