07 Mei 2008
Kementerian BUMN Belum Tentukan Sikap soal PT KS

JAKARTA, KOMPAS - Meskipun sejumlah peminat asing sudah merespons, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, belum menentukan sikap terhadap rencana privatisasi industri baja PT Krakatau Steel.

Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu di Jakarta, Selasa (6/5), mengatakan, pemerintah belum menentukan sikap sebelum melakukan kajian yang mendalam. "Opsi tentang privatisasi sangat terbuka, tetapi semua itu sangat tergantung pada dukungan DPR," katanya

Said mengatakan, pihaknya sudah meminta direksi dan komisaris PT Krakatau Steel (KS) untuk melakukan kajian tentang opsi penawaran umum saham perdana (initial public offering/lPO atau strategic sales).

Menurut Said, Menteri Negara BUMN Sofyan A Djalil telah mengingatkan agar semua opsi itu jangan dinyatakan tidak lulus sebelum dilakukan uji kelayakan dan kepatutan.

BUMN tetap akan mempertimbangkan PT KS sebagai industri strategis milik bangsa Indonesia. Pemerintah akan memilih opsi terbaik supaya tidak mengganggu kepentingan negara, seperti penyediaan bahan baku baja untuk memproduksi senjata.

Said menjelaskan, tahapan privatisasi mengacu pada mekanisme lelang. Semua pihak boleh saja meminati PT KS, tetapi akhirnya mekanisme lelang tetap dilakukan sesuai proposal atau opsi yang diinginkan pemerintah. "Kami belum menentukan pilihan IPO atau penjualan ke mitra strategis. Kami akan menghindari penjualan secara diam-diam," kata Said.

Ditanya gambaran PT KS yang diharapkan pemerintah setelah privatisasi. Said menegaskan, "Intinya, tujuan privatisasi adalah memperbaiki good governance dan meningkatkan kinerja."

Namun, ketika ditanya lebih lanjut soal kinerja PT KS saat ini, Said menolak untuk menjelaskannya lebih rinci.

Rencananya, investor yang meminati PT KS, Tata Steel asal India, akan bertemu Menteri Perindustrian, Rabu (7/5), sedangkan Bluescope Steel, Kamis. Adapun Arcelor-Mittal akan mempresentasikan kepada Menneg BUMN, Kamis (8/5).

sumber ; Kompas, Page : 19 

 Dilihat : 2819 kali