07 Mei 2008
KS Optimistis Lampaui Target Perolehan Laba

JAKARTA (Suara Karya) PT Krakatau Steel (KS) berhasil membukukan laba sebesar Rp 400 miliar dari target perolehan laba sekitar Rp 520 miliar. Pada tahun ini, tampaknya KS juga akan bisa melampaui target perolehan laba dan penjualan yang ditetapkan sebesar 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18,2 triliun.

Direktur Utama KS Fazwar Bujang mengatakan, selain peningkatan pangsa pasar, KS juga melakukan upaya pengembangan usaha yang dimulai pada tahun ini. Layaknya industri baja lainnya, KS juga berusaha meningkatkan pangsa pasar, keberlangsungan bahan baku, peningkatan teknologi, dan mencari sumber pendanaan untuk pengembangan usaha.

"Masalah di industri baja itu terkait aspek pasar, pasokan bahan baku, teknologi, dan sumber pendanaan untuk pengembangan usaha. Hingga saat ini pangsa pasar KS tidak masalah dan untuk pasar dalam negeri kita menguasai 80 persen untuk produk baja lembaran," kata Fazwar saat menerima rombongan perwakilan masyarakat Banten, di Wisma Baja Jakarta, kemarin.

Menurut Fazwar, kualitas produk baja KS juga bisa bersaing dengan produk industri dari dalam negeri lainnya, bahkan produk impor yang terindikasi dumping. Terkait masalah pasokan bahan baku untuk bijih besi, scrap (besi bekas), dan bahan bakar gas serta lainnya, KS dinilai menghadapi kondisi serupa dengan industri baja lainnya, baik di dalam maupun luar negeri.

"Produsen baja terbesar di dunia juga beli bijih besi dari pihak luar. KS sendiri akan mengolah bijih besi dalam negeri. Bekerja sama dengan PT Antam, KS sedang membangun pabrik pengolahan bijih besi di Kalimantan Selatan dengan kapasitas produksi 350. 000 ton per tahun," tutur Fazwar.

Terkait masalah teknologi, dia melanjutkan, secara umum teknologi bisa dimiliki oleh seluruh industri baja di dunia. Dalam hal ini, peningkatan teknologi diharapkan agar bisa lebih efisien dan efektif dalam produksi. "Ada spesialisasi, di mana ada perusahaan khusus ysmg melakukan pengembangan teknologi. Jadi bukan oleh perusahaan baja sendiri. Jadi teknologi didatangkan dari pihak lain," ujarnya.

Lebih jauh Fazwar menjelaskan, saat ini KS memang membutuhkan pendanaan untuk pengembangan usaha. Namun demikian, sumber pendanaan sudah mendapat banyak dukungan dan KS saat ini hanya menunggu realisasi. Selain itu, diharapkan privatisasi KS melalui penawaran saham perdana ke pasar modal (initial public offering/lPO) bisa berjalan lancar, sehingga sumber pendanaan bisa terakomodasi lebih pasti dan menguntungkan.

"Selama ini kalau KS untung, hasilnya ditanam di dalam negeri. Saya pikir hingga saat ini KS bisa berjalan sendiri dan tidak mesti tergantung dengan pihak luar. Di mana saat ini terdapat sekitar 1.500 pabrik baja di dunia dengan ciri khasnya masing-masing," katanya.

Terkait rencana pemerintah terkait privatisasi KS melalui penjualan kepada mitra strategis dari pada dengan IIK), Fazwar mengatakan, masalah itu akan diputuskan oleh pemerintah dan DPR. Dalam hal ini tentunya pemerintah akan menampung seluruh aspirasi, pemikiran, dan analisis tentang rencana pengambangan KS, baik dari manajemen maupun dari pihak lainnya. "Masukan dan kajian diharapkan yang terbaik bagi KS, baik untuk jangka pendek dan panjang. "Analisis kita (manajemen KS), melalui IPO cukup baik," ujarnya.

Sumber : Suara Karya, Page : 7

 Dilihat : 3080 kali