01 Oktober 2007
Baja Pilih Gasifikasi Batubara

JAKARTA: Inilah jurus efisiensi produsen baja di saat harga minyak kembali memuncak. Ketua Umum Gabungan Asosiasi Produsen Besi dan Baja Seluruh Indonesia (Gabpesi) Daenulhay menyatakan, industri perlu melakukan efisiensi dan langkah yang paling memungkinkan adalah memakai batubara.

"Batubara ini sangat pas digunakan sebagai bahan bakar utama industri peleburan baja yang menggunakan panas tinggi," kata Daenulhay, saat dihubungi KONTAN, Minggu (30/9).  Pasca kenaikan BBM industri pada 2006 lalu, cukup banyak industri baja berpindah menggunakan batubara. Namun, masih ada perusahaan yang bertahan menggunakan minyak bumi sebagai sumber energi. Daenulhay mengatakan, industri baja yang masih melahap minyak bumi berpotensi kalah bersaing menyusul kenaikan harga minyak dunia yang akan mengerek harga BBM industri dalam negeri.

Daenulhay menambahkan, kenaikan harga BBM industri akan berdampak besar terhadap industri baja. Terlebih lagi bila kenaikannya berkisar 5% sampai 6%.  "Kalau kenaikannya sampai sebesar itu, maka akan menurunkan margin keuntungan dan mempengaruhi cash flow. Sebab, perbandingannya batubara itu lebih hemat dua kali lipat dari BBM," ucap Daenulhay yang juga Dirut PT Krakatau Steel (KS) ini.
Daenulhay menambahkan, efisiensi dalam jangka pendek bisa dilakukan dengan cara me
mangkas biaya produksi seperti memotong jam kerja dan lembur, serta penundaan rencana ekspansi. Bagi KS sendiri, ujar Daenulhay, kenaikan BBM industri tidak berdampak apa pun. "Kami sekarang sudah pakai gas," ujarnya.
PT Pertamina akan menaikkan harga BBM industri berkisar 5%-6% pada awal Oktober 2007.

(Sumber: Harian Kontan - 01 Oktober 2007)

 Dilihat : 4772 kali