06 Mei 2008
Bluescope Minati Krakatau Steel

PRODUSEN baja asal Australia, Bluescope Steel Limited, berminat Ikut berpartisipasi dalam program privatisasi PT Krakatau Steel (KS), baik melalui kemitraan strategis maupun penjualan saham ke publik. "President Bluescope Indonesia-Malaysia Rob Crawford telah mengirim surat ke Menteri Porindustrian, bahwa perusahaan itu ingin berpartispasi dalam program privatisasi KS," kata Dirjen Industri Logam Mesin, Tekstil, dan Aneka (ILMTA) Depperin, Anshari Bukhari, di jakarta, pekan lalu.

Untuk itu, Chief Financial Officer (CFO) Bluescope, Charlie Elias dan Vice President. Commercial and Corporate Finance, Adrian Chang, akan datang ke Indonesia menemui Menperin Fahmi Idris pada 8 Mei 2008. "Mereka ingin mendapat informasi langsung dari Menperin, bagaimana caranya terlibat dalam privatisasi KS," katanya.

Bluescope sendiri, diakuinya merupakan produsen baja yang cukup kuat dan mendunia dengan kemampuan produksi mulai dari baja kasar untuk konstruksi sampai baja khusus untuk otomotif, dan elektronik.

Bluescope memiliki 114 pabrik baja di 17 negara, dan tiga diantara yang besar dan terintegrasi adalah di Australia dengan kapasitas sekitar 3,1 juta ton per tahun, di Selandia Baru sebanyak 625 ribu ton per tahun, dan di Ohio (Amerika Serikat) sebanyak 1,7 juta ton per tahun.

Selain itu, Bluescope juga memiliki pabrik baja khusus seperti yang dimiliki di Cilegon, Banten, yaitu pabrik baja lapis alumunium. Perusahaan itu memiliki pabrik sekelas itu antara lain di Thailand, Malaysia, Vietnam. China, dan India. "Pada dasarnya penawaran (dalam privatisasi KS) tidak untuk satu perusahaan saja, tapi ada banyak, sehingga nanti ada tahapan kami melakukan penilaian terhadap para investor tersebut. Mana yang paling menguntungkan bagi Indonesia dan KS sendiri," Ujarnya. Wahyu Utomo

Sumber : Jurnal Nasional, Page : 24 

 Dilihat : 3694 kali