06 Mei 2008
Departemen Pertahanan Juga Mempertanyakan

JAKARTA - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara mendapat surat dari Departemen Pertahanan terkait dengan rencana penjualan saham PT Krakatau Steel kepada mitra strategis asing. Isi surat itu mempertanyakan bagaimana keterjagaan keamanan produksi senjata Indonesia yang menggunakan baja dan Krakatau Steel seandainya jadi dibeli pihak asing.

Sumber Tempo di pemerintahan mengungkapkan surat tersebut telah dikirimkan kemarin. "Surat itu langsung dikirim oleh Menteri Pertahanan (Juwono Sudarsono) dengan tembusan kepada Presiden," ujarnya.

Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil ketika dimintai konfirmasi mengaku belum mengetahui adanya surat tersebut. Saya belum tahu kalau ada surat itu," kata Sofyan kemarin.

Dia menuturkan yang terpenting dari produksi senjata Indonesia adalah ukuran dan daya tahan bahan baku baja. Selain itu. untuk memahami apakah Krakatau Steel merupakan industri strategis atau bukan, itu tergantung cara kita memandangnya. Justru meningkatkan produksi baja nasional  itu lebih strategis," kata dia.

Pemerintah, kata Sofyan, membuka diri seluas-luasnya terhadap masuknya berbagai proposal penawaran terhadap produsen baja pelat merah tersebut. "Jadi penawaran yang masuk lewat Deparlemen Perindustrian dan Badan Koordinasi Penanaman Modal bagus bagus saja, tapi nanti prosedurnya tetap harus lewat Kementerian Negara BUMN." ujarnya

Juru bicara Deparlemen Pertahanan. Brigadir Jenderal TNI Slamet Hariyanto, mengatakan tidak mengetahui  tentang surat Menteri Pertahanan kepada Menteri BUMN tersebut. "Sampai saat ini saya belum mendengar info (surat) itu sama sekali," ujarnya kepada Tempo. Dia menambahkan, "Mungkin akan kami konfirmasi dengan Bapak dulu (Menteri Pertahanan)."

Sumber : Koran Tempo, Page : B2 

 Dilihat : 2985 kali