28 April 2008
KS Dijual lewat Beauty Contest

JAKARTA (SINDO) -Salah satu skema pelepasan saham PT Krakatau Steel (KS) melalui strategic sales adalah melakukan beauty contest untuk memilih penawar terbaik.

Selain Mittal, sejumlah perusahaan baja dunia seperti Posco Steel (Korea), Essar Steel Ltd (India), Nanjing Steel Co (China), BlueScope Australia, dan bahkan PT GunungGaruda (PMDN) diketahui berminat mengakuisisi saham KS melalui pola penjualan strategis.

"Proses strategic sales tidak serta-merta hanya ditujukan kepada Mittal, yang lain juga sudah menawarkan diri. Prosedurnya, nanti akan ada semacam beauty contest dari situ akan terlihat tawaran mana yung paling menguntungkan," ujar Dirjen Industri Logam, Mesin,Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari di Jakarta kemarin. Proses beauty contest KS, menurut Ansari, juga pernah ditempuh oleh produsen baja pelat merah tersebut. Namun, karena KS menyodorkan kriteria yang sangat tinggi, hal itu gagal dicapai. Seiring dengan rencana pemerintah memprivatisasi KS melalui dua opsi, yakni IPO atau strategic sales, persyaratan untuk beauty contest akan dipermudah.

"Essar berkali-kali datang ke Menperin dan saya untuk bekerja sama dengan KS. Tapi, kita lihat saja semua tawaran yang masuk dengan pikiran jernih. Nggak mesti kiamat juga kan kalau kita terima ataupun tolak? Privatisasi juga tidak mesti dilakukan tahun ini. Hak menerima atau menolak sepenuhnya ada pada pemerintah sebagai pemegang saham KS," tuturnya. Terkait dengan rencana pelepasan saham melalui strategic sales, kata Ansari, pemerintah tetap berkomitmen memegang porsi saham mayoritas dengan menetapkan batas maksimal 40% saham yang dilepas.

Mengenai niat Mittal mengakuisisi saham KS, Ansari meminta semua pihak tak serta-merta menolak sebelum mereka mempresentasikan rencana tersebut.

Sementara itu. Komisaris Utama KS Taufiqurahman Ruki yang dihubungi secara terpisah mengatakan, manajemen tidak akan menyetujui penjualan melalui strategic sales. Pihaknya tetap berharap privatisasi dilakukan melalui penawaran perdana di pasar modal (initial public offeringng IPO).

"Tapi kami menyambut baik jika Mittal mau bekerjasama membangun steel plant baru di luar Cilegon.Tapi, kalau masuk di KS yang saat ini sudah eksis, silakan lewat IPO, bukan strategic sales," tandasnya.

Sementara itu, mengenai rencana Arcelor Mittal membangun pabrik baja berkapasitas 2,5 juta ton per tahun di kawasan industri Cilegon, Depperin menjamin hal itu tidak akan mengganggu aspek perekonomian pabrik baja KS.

Kemungkinan yang bakal terjadi, kata dia, justru penguasaan pasar karena kedua perusahaan baja terbesar itu akan diarahkan untuk saling bekerja sama.

(agung kurniawan)

Sumber :  Harian Seputar Indonesia, Page : 13 

 Dilihat : 3208 kali