28 April 2008
Harga Tabung Gas Konversi Naik

JAKARTA - Pemerintah menaikkan harga tabung gas 3 kilogram untuk program konversi pengadaan Juli-Desember 2008 menjadi Rp 130 ribu per unit. Sebelumnya, harga satu unit tabung gas 3 kilogram program konversi Rp 104 ribu per unit, yang berlaku pada Januari-Juni 2008. "Bahan baku baja untuk tabung gas mengalami kenaikan," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Teknik, dan Aneka Ansari Bukhari akhir pekan lalu.

Bahan baku untuk tabung gas elpiji 3 kilogram menggunakan baja SG 295 yang dipasok PT Krakatau Steel (Persero). SG 295 mengalami lonjakan harga seiring dengan terus naiknya harga baja di pasar intemasionaL

Ketua Asosiasi Industri Tabung Baja Indonesia Tjiptadi mengatakan Krakatau Steel menetapkan harga bahan baku SG 295 untuk Juli-September sebesar Rp 12 ribu per kilogram. "Kenaikannya dua kali lipat dari harga pada awal tahun, katanya. Pada Januari lalu, harga SG 295 yang berlaku sebesar Rp 6.000 per kilogram, mengikuti harga pada akhir 2007. Mulai Februari hingga Juni 2008, harga bahan baku dinaikkan menjadi Rp 8.200 per kilogram.

Harga produksi tabung gas 3 kilogram, kata Tjiptadi, ada kemungkinan lebih dari 130 ribu dengan perhitungan harga bahan baku Rp 12 ribu per kilogram Dengan kenaikan harga bahan baku, harga jual tabung bakal naik menjadi Rp 140.150 ribu per unit "Ada lonjakan harga untuk bahan baku lain, seperti biaya energi, kawat, dan cat," ujarnya. Bahan baku SG 295 memberi kontribusi 80 persen dari total biaya produksi tabung.

Pemerintah mentargetkan pengadaan tabung gas sepanjang 2008 sebanyak 25 juta unit Pada tahap pertama atau periode Januari-Juni, pengadaan tabung gas ditargetkan 8 juta unit.

Mulai awal tahun hingga April, 20 produsen tabung gas memproduksi 3 juta unit tabung dari target 8 juta unit pada Juni. "Kami yakin bisa mengejar produksi karena dua bulan pertama dipakai untuk mengejar target 2007," tuturnya. Untuk mengatasi kekurangan produksi 5 juta unit, kata Tjiptadi, produsen akan meningkatkan produksi menjadi 2 juta unit dalam waktu dua bulan.

Sumber : Koran Tempo, Page : B2 

 Dilihat : 3187 kali