28 April 2008
Pemerintah masih Tunggu Presentasi Mittal

JAKARTA (Ml) Arcelor Mittal diminta bekerja sama dengan PT Krakatau Steel (KS) dalam membangun pabrik baja berkapasitas 2,5 juta ton di kawasan industri Cilegon, Banten. Hingga kini, pemerintah masih menunggu presentasi Mittal.

"Mittal akan mempresentasikan proposalnya kepada Meneg BUMN sehingga semua pandangan yang ada bisa disatukan dan keluarlah keputusan bersama. Jadi, jangan terburu-buru menolak (sesuatu yang belum jelas). Dengan demikian prosesnya menjadi terbuka agar diketahui masyarakat. Kita tunggu saja," papar Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari, di ruang kerjanya di Jakarta, pekan lalu.

Terkait hal itu, Departemen Perindustrian (Depperin) memastikan tidak akan terjadi poncaplokan pasar baja di pasar domestik. "Harapan pemerintah, KS bisa menjalin dengan Mittal untuk pengadaan teknologi sehingga tidak lagi menggunakan teknologi yang sekarang. Dengan demikian, pabrik baru itu tidak mengganggu yang sudah eksis karena akan terintegrasi."

Mittal berencana menginvestasikan modal hingga USS1O miliar melalui tiga skema bisnis. CEO Arcelor Mittal Lakshmi Mittal, secara resmi menyampaikan hal tersebut dalam surat yang diterima Menperin Fahmi Idris pada 21 April lalu.

Ketiga skema bisnis Mittal tersebut yakni kerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk untuk mendirikan pabrik pertambangan batu bara, bijih besi, mangan, dan nikel, kerja sama patungan dengan KS membangun pabrik baru di Cilegon, dan pembelian saham KS melalui strategic sales.

Untuk skema pembangunan pabrik baja di Cilegon (greenfield steel complex), kata Ansari, pemerintah menyatakan siap memfasilitasi dengan berbagai kemudahan birokrasi, jika ketiga skema bisnis yang diajukan pemsa-haan baja terbesar di dunia itu disetujui pemerintah dan DPR.

Ansari mengatakan, KS juga telah menawarkan sejumlah lahan di kawasan industri Cilegon kepada sejumlah perusahaan yang akan berekspansi di tempat itu. PT BlueScopeSteel Indonesia (BSI), lanjutnya, belum lama ini menjadi salah satu perusahaan yang mengikat kerja sama perluasan lahan dengan KS untuk proyek senilai US$113 juta.

Terkait dengan keinginan Mittal yang akan membeli saham KS melalui penjualan strategis, dia menjelaskan bahwa keinginan tersebut sepenuhnya bergantung pada keputusan dari Meneg BUMN, sementara komisaris dan direksi menghendaki agar KS melepas saham melalui mekanisme IPO (initial public offering / melepas saham ke pasar modal) sebesar 20% untuk tahap awal.

"Tetapi proses strategc sales tidak serta merta hanya ditujukan kepada Mittal. Yang lain juga sudah ada yang menawarkan diri. Prosedurnya, nanti akan ada semacam beayty contest," terangnya.

Selain Mittal, sejumlah perusahaan baja dunia seperti Posco Steel, Essar Steel Ltd, Nanjing Steel Co, BlueScope Australia, dan bahkan PT Gunung Garuda, berminat membeli saham KS melalui pola strategic sale.

Sumber : Media Indonesia, Page : 15 

 Dilihat : 2991 kali