25 April 2008
Mittal Mangkir Presentasi, BUMN Akan Memanggil Lagi

PEMERINTAH akan kembali memanggil Lakshnii Mittal, pengusaha baja terbesar dunia ArcelorMittal, untuk memaparkan rencana akuisisi 40% saham Krakatau Steel. Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, manjemen Mittal mangkir tak memenuhi panggilan pemerintah.

"Nanti kami panggil lagi manajemen Mittal untuk mempresentasikan proposal mereka. Kami minta Rabu (23/4) presentasi, tapi sampai sekarang belum datang," ungkap Sofyan di Jakarta, Kamis (24/4) kemarin.

Menurut Sofyan, hingga kemarin Kementerian Negara BUMN belum menerima proposal penawaran akuisisi Arcelor Mittal terhadap Krakatau Steel, pabrik baja terbesar Indonesia.

Sofyan bilang, bisa jadi proposal Mittal sudah sampai ke tangan pemerintah, namun melalui Menteri Perindustrian Fahmi Idris. "Mungkin lewat Pak Fahmi, sedangkan ke saya belum," dia menandaskan.

Sofyan tak menjawab tegas bagaimana sikap pemerintah soal tawaran Mittal tersebut. "Saya belum bisa komentar," kilahnya. Namiun intinya, industri bja di Indonesia harus lebih berkembang. "Kalau perlu kita mengekspor," tambahnya.

Manajemen Krakatau Steel sendiri sebelumnya menyatakan, mereka lebih suka investasi Mittal nanti berupa usaha patungan (joint venture) membangun pabrik baja baru di luar Cilegon. "Paling kami mengharapkan investasi baru. Sebab, kalau membangun melalui strategic sales, kan, terbatas yang kami kembangkan. Tapi kalau kami membangun yang baru, lebih besar manfaatnya," kata Direktur Utama Krakatau Steel, Fazwar Bujang, Selasa (22/4) kemarin.

Hans Henrlcus Benedlctus, Genlur P. Jati

Sumber : Harian Kontan, Page : 14 

 Dilihat : 2846 kali