24 April 2008
Mittal ingin saham mayoritas

JAKARTA Arcelor-Mittal, produsen baja terbesar di dunia, berambisi menguasai mayoritas saham di perusahaan patungan (joint ventufe) yang ingin didirikannya bersama PT Krakatau Steel (KS) ataupun PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

 

Keinginan tersebut dinyatakan tertulis dalam surat resmi kepada Menteri Perindustrian Fahmi Idris, yang ditandatangani Lakshmi Mittal, Chief Executive Officer Arcelor-Mittal. Surat bertanggal 17 April tersebut, kemarin dibacakan oleh Fahmi di hadapan wartawan.

 

"Saya terima surat tersebut pada 21 April. Surat ini sebenarnya ditujukan kepada Presiden, tetapi karena sejak awal dia [Lakshmi Mittal] bertemu dengan saya, jadi dikirimkan juga surat itu ke sana." ujarFahmi kemarin.

 

Dalam surat itu, Lakshmi menawarkan tiga aksi korporasi. Pertama, Mittal ingin menjadi investor strategis dengan membeli saham di KS melalui pola strategic sale.

 

Lewat pola akusisi saham ini, Mittal berjanji akan meningkatkan teknologi dan memodernisasi pabrik KS seperti yang dilakukannya di India, Arab Saudi, Nigeria, llirki. Rusia, Mozambik, Eropa, dan Amerika Latin.

 

Kedua, membentuk usaha patungan bersama KS untuk membangun kompleks pabrik baja baru (greenfield steel complex) terintegrasi di Cilegon berkapasitas awal 2,5 juta ton, berikut sarana infrastruktur, logistik hingga teknologi perlindungan lingkungan. Di perusahaan patungan ini, Mittal ingin menjadi pemegang saham mayoritas.

 

Ketiga, mendirikan perusahaan patungan bersama Antam untuk eksplorasi batu bara, bijih besi, nikel, mangan, dan berbagai bahan tambang lain di Indonesia. Di perusahaan patungan tersebut, Arcelor-Mittal juga ingin menguasai mayoritas saham.

 

"Total investasi dari ketiga inisiatif itu mencapai US$5 miliar hingga US$10 miliar, bergantung pada cakupan investasi pada masa datang," ujar Lakshmi dalam surat itu.

 

Harapkan jawaban

 

Lakshmi berharap dalam 2 hingga 3 minggu ke depan akan memperoleh jawaban dan keputusan dari manajemen KS, terutama terkait dengan penawaran akuisisi saham KS lewat pola strategic sale.

 

"Kami sangat berharap bisa bertemu dengan manajemen KS agar kami bisa mengetahui potensi yang dimiliki pabrik di Cilegon. Kami ingin mengunjunginya," katanya.

 

Terkait dengan tiga penawaran Mittal itu. Menperin mengatakan pemerintah akan mempelajari dengan cermat dan seksama serta akan menjembatani polemik pro-kontra pola privatisasi KS yang muncul saat ini. "Prinsipnya tidak boleh curiga dulu."

 

Secara terpisah. Komisaris Utama PT KS Taufiequrachman Ruki mengatakan manajemen KS hanya membuka diri terhadap tawaran kerja sama pembangunan pabrik baru di luar Cilegon. "Kalau mau masuk di KS yang sudah eksisting, silakan lewat IPO [initial public offering], bukan strategic sale," ujar Ruki dalam pesan singkatnya. (yusuf.waluyo@bisnis.co.id)

 Dilihat : 3705 kali