24 April 2008
Konsumsi Baja Kuartal I Melonjak 20,3%

Konsumsi Baja Kuartal I Melonjak 20,3%

 

JAKARTA (SINDO)-Sepanjang kuartal 1/ 2008, konsumsi baja nasional melonjak hingga 20,3%, yakni dari 678.981 ton periode yang sama tahun lalu menjadi 816.742 ton. Peningkatan tersebut diikuti dengan kenaikan produksi baja canai panas (hot rolled coilsl HRC) sekitar 19% dari 628.290 menjadi 747.962 ton.

 

Dirjen Industri Logam, Mesin,Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari menjelaskan, lonjakan konsumsi baja domestik tersebut dipicu oleh bergairahnya sektor automotif, elektronik,dan galangan kapal.

 

"Dari total demand baja dalam negeri tahun lalu, produsen baja nasional termasuk Krakatau Steel (KS) hanya mampu memproduksi sekitar 4 juta ton. Sementara impor masih cukup tinggi sekitar 2 juta ton. Jadi, masih ada celah untuk peningkatan kapasitas produksi," katanya di Jakarta kemarin.

 

Berdasarkan data Depperin, ekspor baja nasional pada kuartal I tahun ini merosot cukup tajam dari 215.063 ton menjadi 152.261 ton. Padahal, harga baja dunia terus meroket menembus rekor baru sekitar USD 1.050 per ton untuk periode April.Menurut Ansari, hal itu disebabkan tingginya kebutuhan dalam negeri. Namun, penurunan ekspor hingga 29,2% melampaui ekspektasi produsen nasional.

 

Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim sebelumnya mengatakan, KS sebagai produsen baja nasional terbesar hanya memangkas ekspor sekitar menjadi 13-15%. Pemangkasan ekspor itu dilakukan menyusul kenaikan ongkos angkut (freight cost) baja ke Australia,India,Malaysia,Si-ngapura. Vietnam, dan Jepang menjadi USD 65 per ton.

 

"Jumlah ekspor sebisa mungkin kami reduksi untuk mempertahankan konsumen yang loyal, tapi untuk ekspor kuantitasnya sedikit dikurangi," katanya.

 

(agung kumiawan)

Sumber : Harian Seputar Indonesia, Page : 15 

 

 Dilihat : 3363 kali