24 April 2008
Kerjasama KS-Antam Tidak Terkait Mittal

Sekretaris Kementerian Negara BUMN. M Said Didu, mengatakan kerjasama PT Krakatau Steel (KS) dan PT Aneka Tambang (Antam) untuk mendirikan perusahaan patungan telah diprogramkan sejak lama dan tidak ada kaitannya dengan proposal yang ajukan raksasa baja dunia. Arcelor-Mittal.

"Nanti kita akan lihat ke depan karena sebenarnya kerjasama itu juga sudah lama dirancang." kata Said Didu, di Jakarta. Rabu (23/ 4).

Ia menegaskan kerjasama dua BUMN tersebut untuk mendirikan perusahaan patungan [joint venture] yang bergerak di bidang pengolahan bijih besi sama sekali bukan program baru.

Namun, ia enggan memprediksikan ada tidaknya kemungkinan Arcelor-Mittal masuk dalam perusahaan patungan tersebut mengingat belum lama ini raksasa baja dunia asal India itu menawarkan proposal kerjasama kepada KS. "Saya tidak tahu nanti kita lihat saja bagaimana." katanya.

Belum lama ini, Arcelor-Mittal menawarkan kerjasama dengan KS meskipun hingga kini proposal kerjasama belum juga dipresentasikan di hadapan Meneg BUMN dan manajemen KS.

Mittal dalam pekan Ini memang dijadwalkan akan mempresentasikan proposal kerjasama yang ditawarkannya kepada KS.

Sebelumnya, di hadapan Presiden RI baru-baru ini. Mittal mengajukan konsep atau tiga opsi kerjasama yaitu usaha patungan KS-Mittal dengan persentase 40-60. usaha patungan KS-Mittal dengan membentuk perusahaan baru, dan usaha patungan KS-Mittal ditambah perusahaan tambang dalam atau luar negeri.

Opsi ketiga Itulah yang diasumsikan terkait dengan kerjasama yang telah lebih dahulu dibina antara KS dengan Antam. KS membentuk perusahaan patungan dengan Antam yang diberi nama PT Meratus Jaya lron Steel.

Dengan kerjasama itu, KS siap membangun pabrik baja terintegrasi di Batu Licin. Kalimantan Selatan berkapasitas produksi satu juta ton per tahun dengan nilai investasi sekitar 600 juta dolar AS.

Perusahaan patungan yang dimiliki KS 66 persen dan Antam 34 persen itu akan membangun pabrik pengolahan biji besi berkapasitas 315.000 ton per tahun dengan nilai Investasi 60 juta dolar AS.

Pabrik baru akan mulai dibangun November 2008 dan beroperasi 2010. Untuk mendanai pembangunan pabrik tahap awal. KS dan Antam akan menanggung 35 persen dari biaya investasi sedangkan sisanya berasal dari pinjaman Bank Mandiri, (iz).

Sumber : Pelita, Page : 2

 Dilihat : 2903 kali