23 April 2008
KS Berharap Tambahan Modal Tetap dari IPO

JAKARTA-Manajemen PT Krakatau Steel (KS) tetap berharap upaya mendapatkan dana segar melalui proses pelepasan saham di lantai bursa (IPO). KS akan melakukan pelepasan sahamnya secara bertahap.

Target privatisasi untuk IPO itu bertahap. Tahap pertama 20 persen, setelah beberapa waktu ditambahkan lagi dengan harapan yang kedua asumsinya value KS bisa lebih tinggi dari tahap pertama," ujar Dirut KS Fazwar Bujang dalam acara peresmian perubahan nama dari Wisma Baja menjadi Wisma Krakatau Steel (KS) di Jakarta, Selasa (22/4).

KS menargetkan dana yang diperoleh dari privatisasi melalui IPO tersebut KS minimum Rp 2 triliun. "Dengan tahap pertama 20 persen itu maka kita targetkan dapat Rp 2 triliun," katanya. Dana itu, katanya, digunakan untuk restrukturisasi perusahaan.

Jika IPO berhasil dan bisa meningkatkan kapitalisasi, maka KS akan mencari dana dalam tahap kedua dengan target di atas Rp 2 trihun. "Jika nanti dapat Rp 2 triliun dalam IPO, maka dapat meningkatkan kapasitas perusahaan dan dana yang kami dapatkan dari tahap kedua bisa untuk revitalisasi perusahaan.

Disamping itu, kata Fazwar, perusahaan bisa mengurangi impor bahan baku bijih besi yang masih mencapai 100 persen. KS sendiri mempunyai produksi baja sebanyak 2,5 juta ton.

Komisaris Utama KS Taufiequrachman Ruki juga tidak setuju jika upaya mendapatkan dana diperoleh dari privatisasi. Sebab, menurutnya, langkah privatisasi dianggap mengabaikan kemampuan industri baja nasional tersebut. "Saya bisa menjamin produksi baja KS bisa naik dari 2,5 juta ton menjadi 5 juta ton pada tahun 2011 nanti," tutur Ruki.

Sementara itu, hingga kemarin pemerintah maupun Krakatau Steel masih menunggu kedatangan tahap kedua pihak Mittal terkait rencana investasi mereka. Pihak KS sendiri belum tahu pasti mengenai langkah selanjutnya setelah kedatangan pihak Mittal.

"Bahwa Mittal akan datang dalam dua hingga tiga hari, ya kita tunggu saja. Apakah datang ke Menneg BUMN, ataukah ke pihak Menteri Perindustrian. Kemudian apakah meminta kita hadir, kita belum tahu," ujar Fazwar.

PT Krakatau Steel (KS) dan PT Antam Tbk Selasa kemarin juga menandatangani perjanjian perusahaan patungan (joint venture agreement) un-tvik membangun pabrik pengolahan bijih besi di Batu Licin Kalimantan Selatan. Dari pendirian perusahaan patungan ini komposisi kepemilikan KS mencapai 66 persen dan Antam 34 persen.

Fazwar mengatakan pada tahap awal dibangun pabrik pengolahan bijih besi dengan kapasitas 315.000 ton per tahun. Diperkirakan biaya investasi yang diperlukan mencapai 60 juta dolar AS. Dari dana sebesar itu, 35 persen akan diperoleh dari dua perusahaan sedangkan sisanya sebesar 65 persen akan diperoleh dari pinjaman bank dalam negeri. Dari Joint venture ini akan dibentuk perusahaan baru yang diberi nama PT Meratus Jaya Iron and Steel. zak

Sumber : Republika, Page : 15 

 Dilihat : 4144 kali