21 April 2008
4 BUMN ditunjuk produksi tabung 3 kg

BANDUNG Pemerintah akan menunjuk empai BUMN menjadi produsen tabung elpiji 3 kg untuk mempercepat pemenuhan target 100 juta tabung dalam program konversi energi hingga 2009.

Jika tak melibatkan BUMN, produksi nasional hingga akhir 2009 diperkirakan hanya mampu mencapai 60 juta unit.

Dirjen Industri Logam, Mesin,Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari mengatakan keempat BUMN ini adalah Wijaya Karya (Wika), Barata Indonesia. Adikarya dan Krakatau Steel (KS).

"Dalam rapat terakhir antara Depperin, ESDM, dan Pertamina, kami harapkan empat BUMN itu bisa masuk untuk membantu produksi. Dari empat yang dipanggil, tiap-tiap BUMN harus memproduksi 10 juta unit untuk menutupi defisit 40 juta unit. Kalau diperintahan, mereka harus siap," ujar Ansari, akhir pekan lalu.

Keempat BUMN yang ditunjuk bisa menggunakan dana internal untuk penambahan investasi dan permesinan karena nilai investasi di industri tabung 3 kg tidak terlalu besar, sementara proses produksi cukup sederhana.

Selain itu, lanjutnya, Depperin mempersilakan kepada Pertamina untuk mengimpor tabung elpiji 12 kg mengingat aturan mengenai importasi tabung elpiji 12 kg tidak ditetapkan setan hukum.

Meski demikian, Depperin menghendaki sebaiknya pengadaan tabung 12 kg diserahkan ke produsen lokal.

"Sebaiknya produsen tabung lokal diberikan kesempatan lebih dahulu. Biar bagaimanapun, local content [TKDN] harus diberdayakan dan industri dalam negeri mampu mengerjakannya," kata Ansari, akhir pekan lalu.

Sebelum program konversi energi yang membutuhkan tabung 3 kg terjadi, paparnya, industri tabung nasional sebagian besar memproduksi tabung ukurang 12 kg. Namun, karena tidak ada order, sebagian produsen mengonversi produksi tabung 12 kg menjadi 3 kg.

"Kalau Pertamina membutuhkan banyak tabung 12 kg, jangan terburu impor karena pabrik tabung 12 kg masih ada. Kenapa tidak dipakai saja?" tanyanya.

Koordinator Pelaksana Program Konversi Minyak Tanah ke Gas Pertamina Agus Himawan mengemukakan produsen kompor dan regulator gas untuk program konversi hanya sanggup memenuhi 40% dari total pesanan dalam tender sebanyak lima unit, yang seharusnya bisa digelontorkan pada periode Januari-April.

Menurut dia, keterlambatan telah memengaruhi kelancaran program. Sampai 17 April lalu, paket tabung, kompor dan regulator yang sudah didistribusikan baru 2.611.075 KK, di mana sebagian besar, yaitu 1,78 juta KK terkonsentrasi di DKI Jakarta.

"Sampai 17 April program ini baru mencapai 17%. Padahal target konversi tahun ini mencapai 15 juta KK," ujarnya di Bogor.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T1 

 Dilihat : 3025 kali