18 April 2008
KS beri 2 opsi buat Mittal

Komisaris Utama KS Taufiqurahman Ruki mengatakan kedua opsi tersebut adalah mengajak Arcelor Mittal berinvestasi di sektor pertambangan bijih besi untuk mengembangkan industri hulu baja. Kedua, memperkuat industri hilir dengan mendirikan pabrik pengolahan besi beton (long product).

"Mari kita sama-sama bergerak. KS siap 100% menjadi off taker untuk memperkuat industri hulu. Jangan kawin paksakan KS dengan Mittal melalui strategic sale karena kultur dan motif dari Mittal sudah tidak kompatibel," kata Ruki kepada Bisnis kemarin.

Jika niat Arcelor Mittal serius berinvestasi di Indonesia, katanya, seharusnya perusahaan baja terbesar di dunia itu bisa membuktikan diri dengan membangun pabrik baru.

"Pabrik baja yang benar-benar dimiliki Mittal hanyalah PT Ispat Indo yang berdiri sejak 30 tahun lalu. Sampai sekarang kapasitasnya hanya 600.000 ton. Kalau mau bangun pabrik, tingkatkan saja kapasitas Ispat Indo. Kenapa harus kami yang ingin dibeli? Posisi strategis di Asean jangan kita jual," katanya.

Dirut KS Fazwar Bujang mengatakan Mittal bukan investor industrialis seperti Thyssen-Krupp, Nippon Steel atau KS tapi berkarakter fund investment in nature. "Dia hanya memiliki uang, tapi tidak memiliki teknologi. Besarnya mereka bukan karena bekerja layaknya seorang industrialis, tapi hanya sebagai seorang risk taker pasar modal. Model ini sudah mendapatkan tentangan keras dari dunia," kata Fazwar.

Langkah Mittal mengakuisisi sejumlah pabrik baja di dunia, kata dia, telah berdampak negatif pada buruh dan pertumbuhan ekonomi. Sekitar3.600 karyawan baja di Rumania mogok karena pemotongan gaji oleh Mittal.

"Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy bahkan akan mengeluarkan US$40 juta untuk menghidupkan kembali pabrik baja yang ditutup Mittal di Granrage, Prancis. Di Nigeria,kerja sama Mittal dengan BUMN baja diserap karena ada gelagat negatif merusak harga. Mittal tidak ada reinvestasi di sejumlah negara,seperti Rumania, Perancis,Meksiko, Trinidad dan Tobago, dan Aljazair," paparnya.

Tolak harga premium

Komisaris dan manajemen, kata Ruki, tetap akan menolak apabila Mittal ataupun investor asing suatu saat memberikan tawaran (bid)dengan harga premium karena kondisi keuangan KS saat ini sangat baik.

Sampai dengan Maret, ungkapnya, keuntungan konsolidasi KS mencapai Rp320 miliar,dengan perincian stand alone Rp211 miliar dan sisanya anak perusahaan. Kas per Maret Rp ltriliun. Dari sisi pasar, KS menguasai penjualan flat product 57% di pasar domestik dan hanya12% ekspor.

Tidak ada proteksi dan monopoli. Pasar oke,keuangan oke. Kami tidak sakit. Tiba-tiba mau dijual. Ada kepentingan apa? Saya khawatir pemerintah tidak mendapatkan informasi yang benar. KS dalam keadaan segar bugar, tidak sedang sakit. Kalau mau dijual harus lewat IPO.Karena uang dari IPO sudah cukup untuk meningkatkan produksi dari 2,5 menjadi 10 juta pada 2015."

Bahkan dengan sejumlah rencana ekspansi dan revitalisasi, sambung Fazwar, sejumlah perbankan nasional dan internasional siap mendanai proyek BUMN baja ini seperti Citi-bank, HSBC, Mandiri, dan BRI.

"Dari proses revitaliasi kita sudah dapat dana US$200 juta dolar melalui kredit ekspor,tinggal finalisasi dari ACA. [Perbankan]Jerman pun sudah berkomitmen memberikan pinjaman, karena proyek ini didukung teknologi Jerman yang sangat andal, yakni SMS Demag," kata Fazwar.

Pemerintah, kata Ruki, seharusnya lebih bersikap waspada terhadap karakter investor seperti Mittal. Dengan demikian, tidak ada satu alasan yang digunakan untuk menetapkan strategic sale. "Bentuk privatisasi di industri strategis yang masih sehat, melalui skema penjualan strategis (strategic sale) justru menjadi sebuah gerakan denasionalis," kata Ruki..

Silang pendapat soal rencana privatisasi KS melibatkan sejumlah pejabat tinggi. Sebelum Komite Privatisasi memutuskan skema privatisasi strategic sale atau IPO terhadap KS, Meneg BUMN Sofyan A. Djalil hanya mengusulkan satu opsi, yaitu IPO maksimal 30% saham dalam rapat privatisasi.

Di pihak lain, Menteri Perindustrian Fahmi Idris justru memastikan pemerintah hanya akan memilih opsi penjualan kepada mitra strategis dalam privatisasi.

Dia mengatakan opsi IPO sudah didrop oleh pemerintah karena dinilai tak efektif mendongkrak produksi baja nasional.

Yang juga mendukung masuknya Arcelror Mittal adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi yang mengatakan kedatangan Mittal adalah tindak lanjut dari surat Kamar Dagang dan Industri Inggris yang ditujukan kepada BKPM.

Ketika ditanya prioritas IPO untuk KS, Sofyan mengatakan pemerintah mengajukan skema strategic sale atau IPO ke DPR dan akan melihat dulu opsi yang terbaik untuk mencapai sasaran.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : 0001 

 Dilihat : 2976 kali