17 April 2008
Strategic Sales KS Jadi Prioritas

JAKARTA - Menteri Negara(Menneg) BUMN Sofyan Djalil menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan privatisasi BUMN produsen baja PT Krakatau Steel (KS) melalui skema strategic sales kepada raksasa baja dunia, Archellor Mittal. Namun, keputusan tersebut masih menunggu persetujuan DPR.

Seiring dengan itu, minggu depan Mittal akan mempresentasikan proposalnya terkait dengan rencana investasi di Indonesia. "Strategic sales (KS) akan menjadi prioritas. Jadi, kalau sudah strategic sales, kita tidak akan melanjutkan dengan penawaran umum perdana (IPO).Tapi, kalau IPO, ya kita lihat lagi," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil di Jakarta, Rabu (16/4).

Menurut dia. Mittal tidak berkenan masuk ke KS melalui IPO karena perusahaan baja terbesar di dunia itu bukanlah investor portofolio."Kalau melalui IPO, pihak Mittalkan tidak bisa menempatkan direksi. Jika dengan strategic sales, misalnya 30-40% saja sahamnya, Mittal berhak menempatkan satu direksi dan satu komisaris di KS," ujarnya.

Dia menegaskan, pemerintah belum menetapkan persentase privatisasi KS melalui strategic sales. Karena itu,Sofyan Djalil membantah pihaknya akan melepas sebanyak 60% saham pemerintah di PT Krakatau Steel (KS)kepada investor strategis termasuk opsi IPO. "Sampai sekarang belum ada keputusan, semuanya masih dibahas di DPR," katanya.

Menurut dia, hal terpenting saat ini adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas industri baja nasional.Saat ini kapasitas industri baja nasional baru sekitar 2,5 juta ton dan pada 2011 ditargetkan mampu mencapai paling sedikit10 juta ton.

Saat ini, lanjut Sofyan, pihaknya sedang menunggu presentasi proposal dari Mittal yang rencananya akan dilaksanakan pekandepan. "Proposal Mittal baru akan dipresentasikan minggu depan, jadi belum ada keputusan final," ucapnya.

Secara terpisah, Direktur Utama KS Fazwar Bujang mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu keputusan pemerintah dan DPR terkait proses privatisasi perusahaan pelat merah itu. "Kita tunggulah keputusan pemerintah dan DPR apakah memakai cara penjualan strategis atau penawaran saham perdana," katanya, (ci 17)

Sumber :  Investor Daily Indonesia, Page : 23 

 Dilihat : 3111 kali