17 April 2008
Mittal Ingin Pasokan Besi Aman

Jakarta | Jumal Nasional Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (10/4) sore, di Kantor Kepresidenan Jakarta, menerima Chief Executive Officer (CEO) Arcellor Mlttal, Lakshmi Mittal dan anaknya, Aditya Mittal, yang menjabat sebagai Chief Financial Officer. Kedatangan Raja Baja yang didampingi Kepala BKPM (Badan Kordinasi Penanaman Modal) M.Luthfi itu untuk menyampaikan minatnya berinvestasi senilai US$3miliar dalam bentuk kerja sama dengan PT Aneka Tambang (Tbk),dan PT Krakatau Steel (Persero).

Menurut M. Luthfi, Presiden SBY gembira ketika mengetahui Arrcelor Mittal sudah berinvestasi di Indonesia sejak tahun 1976 dengan bendera PT Ispat Indo Sidoarjo, Jawa Timur. "Saat ini PT Ispat dipimpin Istrinya, yaitu Lakshmi Mittal, dengan total produksi 700 ribu ton/tahun, meningkat jauh dari 60 ribu ton/tahun saat pertama kali berproduksi. Presiden juga kagum dengan keberhasilan Arcellor Mittal bisa menjadi perusahan baja terbesar di dunia," kata Lutfi kepada wartawan.

Ditambahkan, dalam pertemuan dengan Presiden, Lakshmi Mittal secara serius menyampaikan kebutuhannya untuk mengamankan pasokan bijih besi, nikel, dan mangaan dari Indonesia. "Arcellor Mittal akan bekerja sama dengan PT Aneka Tambang (Tbk) serta Krakatau Steel untuk meningkatkan kapasitas produksi PT Ispat Indo," ujar Luthfi.

"Presiden juga menyatakan bahwa kunjungan Lakshmi Mittal dan Jajaran pimpinan Arcelor Mittal harus dimanfaatkan dengan baik.Tidak hanya untuk menarik Investasi ke Indonesia, tapi juga untuk belajar dari keberhasilan Arcellor Mittal yang saat ini menguasai 10 persen dari pangsa pasar baja dunia untuk sektor otomotif, rumahtangga dan Industri lainnya," tambahnya.

Saat menerima tamunya, Presiden SBY didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan pemerintah Indonesia mengajukan syarat agar teknologi yang digunakan ramah lingkungan.

Menurut dia, Presiden menanggapi keinginan Mittal dengan positif dan meminta Boediono segera merumuskan detail sikap Indonesia.

Presiden SBY meminta agar kunjungan Mittal dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya untuk menarik Investasi namun juga untuk belajar keberhasilannya menguasai 10 persen pangsa pasar baja dunia untuk sektor otomotif, rumah tangga dan industri.

Saat Ini total produksi baja nasional masih sedikit dibawah kebutuhan nasional. Hambatan utama yang dihadapi antara lain ketergantungan atas bahan baku, dan teknologi impor, peningkatan biaya energi untuk produksi baja serta hambatan regulasi. "Pengalaman PT Ispat Indo membuktikan bahwa kita sudah bisa memenuhi standar kualitas internasional," katanya.

Keluarga Mittal mulai mendirikan PT Ispat Indo di Sidoarjo,Jawa Timur pada 1976 yang merupakan Investasi pertama Group Mittal di luar India. PT Ispat Indo saat ini memiliki total produksi 700 ribu ton per tahun. Lakshmi Mittal menurut majalah forbes adalah orang terkaya nomor empat di dunia dengan nilai kekayaan US$45 miliar,  Yanuar Jatnlka

sumber ; Jurnal Nasional, Page : 20 

 Dilihat : 3236 kali