17 April 2008
Tiga Opsi Mittal Masih Dipelajari

JAKARTA, KOMPAS - Menteri Perindustrian Fahmi Idris menegaskan, industri baja nasional PT Krakatau Steel akan dipertahankan. Untuk itu, tiga opsi yang ditawarkan investor Arcelor-Mittal terhadap Krakatau Steel akan dipelajari.

Pertama, Mittal berkeinginan mengembangkan beberapa pertambangan terkait baja, yakni biji besi, mangan, dan batu bara. Mittal menyebut salah satu partnernya. PT Aneka Tambang.

Kedua, Mittal menjadi mitra strategis Krakatau Steel (KS) untuk mengembangkan produktivitas industri baja di Cilegon.

Ketiga, Mittal bersama KS membangun industri baja yang baru, lokasinya tetap di Cilegon.

"Opsi partner strategis bukan berarti menjual KS. Sesungguhnya investor asing yang berminat investasi di industri baja bukan hanya India, tetapi juga Korea dan China," kata Fahmi di Jakarta, Rabu (16/4).

Menperin menjelaskan, sudah 30 tahun berdiri, produktivitas KS hanya 2,5 juta ton per tahun. Partner strategis diharapkan dapat meningkat produktivitasnya.

Sebelumnya, Menteri Negara BUMN Sofyan A Djalil menyatakan, privatisasi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) melalui penawaran perdana di pasar saham (initial public offering/IPO) ditunda, hingga semester II tahun 2008.

BUMN yang diusulkan untuk diprivatisasi antara lain PT Asuransi Jasa Indonesia, BTN, Jakarta Lloyd, Krakatau Steel, Industri Sandang. PTB Inti, Rukindo, Bahtera Adi Guna, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III,PTPN IV, PTPN VII, dan Sarana Karya, Semen Batu Raya, Waskita Karya, Sucofindo. Surveyor Indonesia, Kawasan Berikat Nusantara, Kawasan Industri Medan,Kawasan Industri Makasar.

Selain itu. Kawasan Industri Wijaya Kusuma, BNI Persero,Pembangunan Perumahan, AdhiKarya (direncanakan rights issue), Kawasan Industri Surabaya.Rekayasa Industri, PT Dirgantara Industri, Boma Vista, PTB Barata,PTB Inka, Dok Perkapalan Surabaya, Dok Perkapalan Koja Bahari, Biramaya Karya, Yodya Karya, PT Kraft Aceh, dan Industri Kapal Indonesia. Sementara Kimia Farma danIndo Farma akan dimerger.

(OSA/ANTARA)

sumber : Kompas, Page : 17 

 Dilihat : 3997 kali